Akidah

Khazanah

Sirah & Syamail

Recent Posts

Ada Sunat lebih Utama Fardlu

Add Comment

Sebuah Kaidah fikih mengatakan : “Fardlu (wajib) lebih utama dari pada nafl (sunnat)”. Kaidah ini berdasarkan firman Allah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari:

وَمَا تَقَرَّبَ إلَيَّ الْمُتَقَرِّبُونَ بِمِثْلِ أَدَاءِ مَا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِمْ (رواه البخاري)

“Tidak ada yang membuat orang-orang yang bertaqarub (kepadaKu) yang dapat mendekatkan mereka kepadaKu, (yang) sama dengan melakukan apa yang aku wajibkan kepada mereka”. (HR. Al-Bukhari)

Oleh sebab itu Allah mengkhususkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan mewajibkan beberapa perkara agar mendapat pahala yang lebih besar. Karena pahala melakukan fardlu lebih banyak dan lebih besar 70 derajat dari pada pahala melakukan pekerjaan sunnat. Seperti kewajiban melakukan qiyamullail atas beliau yang hanya disunatkan kepada umatnya.

Di sisi lain, pekerjaan fardlu adalah sesuatu yang pokok, sedangkan pekerjaan sunat adalah pekerjaan pendamping. Karena itu secara mutlak, pakerjaan fardlu yang lebih didahulukan dari pada pekerjaan sunnat. Pekerjaan fardlu juga tidak boleh dilalaikan, lantaran sibuk dengan pekerjaan sunnat.

Namun demikian kaidah ini tidak berlaku pada beberapa pekerjaan sunat. Artinya ada pekerjaan sunat yang mempunyai nilai lebih utama dari pada pekerjaan fardlu. Berikut ini adalah beberapa pekerjaan sunat yang pahalanya melebihi pekerjaan fardlu:

1. Membebaskan tanggungan hutang orang yang melarat
Bagi orang yang memberikan hutang kepada seseorang, dan sudah masuk pada waktu dimana hutang harus dilunasi, tetapi orang yang mendapat hutang ternyata belum mampu membayar (mu’sir), maka ia wajib menunggu hingga orang yang mendapat hutang benar-benar mampu membayar. Tetapi jika ia mau membebaskannya (ibro’) dan ini hukumnya sunat, maka hal itu adalah lebih baik.

2. Memulai salam.
Memulai salam adalah sunnat sedangkan menjawabnya adalah wajib. Tetapi keutamaan memulai salam melebihi keutamaan menjawab salam.

3. Adzan
Hukum adzan adalah sunnat. Tetapi meskipun sunat, adzan mempunyai keutamaan yang melebihi keutamaan kewajiban shalat berjamaah dalam shalat jumat, kewajiban shalat berjamaah mu’adah (mengulangi shalat fardlu dengan berjamaah setelah melakukannya sendirian) dan kewajiban shalat jamaah karena nadzar.

4. Berwudlu sebelum masuk waktu shalat
Berwudlu sebelum masuk waktu shalat hukumnya sunat. Meski demikian, keutamaannya melebihi kewajiban wudlu ketika sudah masuk waktu.

Wallahu ‘Alam
---

Syaih Yusuf bin Ismail An-Nabhani

Add Comment
Beliau bernama lengkap Abul Mahasin Yusuf bin Ismail bin Yûsuf Ismâ’il bin Muhammad bin Nâsiruddin An-Nabhâni. Nabhan adalah nama suku Arab Badui yang bermukim di desa Ijzim – Haifa – Palestina Selatan. Beliau dilahirkan di desa tersebut pada hari kamis tahun 1265 H / 1849 M.

An-Nabhani muda belajar al-Quran pada ayahnya sendiri yang ketika itu sudah berumur 80 tahun. Beliau mengkhatamkan al-Quran di hadapan ayahnya sekali dalam tiga hari, dibarengi dengan berbagaimacam perbuatan taat dan menghabiskan waktu dengan ber-taqarrub. Semua itu menjadikan dampak positif bagi berkembangan beliau yang setiap harinya mengkon-sumsi nilai-nilai petunjuk dan taqwa di hadapan ayah beliau yang shalih.

Setelah mampu menghafalkan al-Quran dan berbagai macam matan kitab, saat berumur 17 tahun beliau dikirim ke Al-Azhar Mesir pada pertengahan Muharram 1282 H. Di sini beliau mendapat ilmu dari imam-imam besar dan ulama-ulama yang terpandang, seperti Syaikh Ibrahim As-Saqa As-Syafi’i, Syaikh Muhammad Ad-Damanhuri, Syaikh Ahmad Al-Ajhuri Ad-Dlarir, Syaikh Ahmad Radli As-Syarqawi, Syaikh Muhammad Al-Asmawi, Syaikh Abdurrahman As-Syarbini, Syaikh Syarif Al-Halabi, Syaikh Hasan Al-Adwi, Syaikh Muhammad Al-Basuni, Syaikh Yusuf Al-Barqawi dan masih banyak yang lain.

Setelah berkelana di Mesir dalam upaya memperdalam ilmu dan menyebarkannya, hingga beliau menjadi ulama terpandang, pada tahun 1289 H beliau pulang dan memusatkan kegiatannya di Aka. Pada tahun 1292 H beliau pergi ke Syam dan berkumpul dengan segolongan ulama seperti Mufti Syam Al-Imam Al-Muhaddits Sayid Mahmud Afandi Al-Hamzawi. An-Nabhani mendapat ijazah panjang dari beliau berupa semua riwayat-riwayat ilmiah yang telah beliau terima, setelah membacakan riwayat-riwayat tersebut di rumah beliau bersama sejumlah para pencari ilmu.

Setelah dirasa cukup berada di Syam, An-Nabhani berkelana ke timur, ke wilayah Mosul, Bagdad, hingga Hijaz. Pada tahun 1305 H, beliau diangkat sebagai qâdlî untuk wilayah Syam hingga menjadi kepala Pengadilan Tinggi di Beirut, Lebanon.

Menulis, adalah bagian dari kegiatan beliau di tengah padatnya aktifitas keumatan yang hampir menghabiskan seluruh waktu. Karya-karya tulis beliau lebih dari 60 karya tulis dalam berbagai bidang study. Karya-karya tulis itu tersebar di berbagai negara dan banyak dipelajari oleh para penuntut ilmu, terutama dalam bidang Sîrah wa Syamâ’il Nabawiyah yang menjadi perhatian paling tinggi dalam hidup beliau. Keikhlasan yang menjadi landasan utama dalam setiap perbuatan terutama dalam membuat karya tulis, menjadikan karya-karya tulis beliau tersebar cepat, hingga pada saat itu tidak ada karya tulis yang mampu menandingi kecepatan persebaran karya-karya tulis beliau. 

Diantara karya tulis beliau adalah: Jami’ Karamât al-Auliyâ’, Riyâdl al-Jannah Fî Azkâr al-Kitâb was Sunnah, Al-Majmû’ah fil Madâ’ih an-Nabawiyah, Wasa’il al-Wushûl Ilâ Syamâ’il Ar-Rasûl, Afdlal as-Shalawât ala Sayyid As-Sadât, Tahdzîb An-Nufûs, Hujjatullah ‘alal ‘Âlamin, al-Fath al-Kabîr, Al-Anwâr al-Muhammadiyyah, Al-Asâlib al-Badî’ah fî Fadl as-Sahabah wa Iqnâ’ as-Syî’ah, dan masih banyak yang lain.

Saat masa sepuh sudah tiba, beliau menyingsingkan lengan, memusatkan segala perhatian untuk beribadah kepada Allah, mengistiqamahkan zikir, membaca al-Quran dan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Siang dan malam beliau gunakan untuk melakukan kewajiban disertai tekun dalam melakukan perbuatan sunnah, tidak pernah terhenti, hingga karamah Allah diberikan kepada beliau.

Cahaya ibadah, pengagungan dan pengamalan sunnah Rasulullah tampak jelas di wajah beliau. Tidak henti-hentinya beliau berada dalam keadaan yang selalu diridlai hingga beliau dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta’ala. An-Nabhani wafat di Beirut pada awal ramadlan tahun 1350 H ketika berusia 85 tahun dengan fisik yang masih sehat dan kuat. Semoga Allah memberikan pahala yang besar bagi beliau dan mempertemukan kita dengan beliau di atas kesempurnaan iman bebas dari fitnah yang menyesatkan, dengan keagungan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan anugerah dan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala. Amin

Diambil dari Biografi beliau pada kitab “Wasâ’il al-Wusûl fî syamâ’il al-Rasûl shallallahu alaihi wa alihi wa sallam”, yang diterbitkan oleh Dar al-Minhaj, Jedah, cetakan ke-2 tahun 1425 H.

Masjid Agung Moskow & Jejak Soekarno

Add Comment

Umat Muslim Rusia, Rabu (23/9), memperoleh hadiah berupa peresmian masjid terbesar di Rusia, Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet oleh Presiden Vladimir Putin.

Dalam keterangan pers KBRI Moskow, acara peresmian yang disiarkan langsung TV setempat. Indonesia diwakili Duta Besar RI Djauhari Oratmangun.

Hadir dalam peresmian masjid itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dalam pidato pembukaan, Presiden Putin mengucapkan selamat kepada seluruh umat Muslim Rusia atas pembukaan masjid yang telah lama direkonstruksi.

Putin menyatakan keyakinan masjid tersebut akan menjadi pusat kerohanian penting dan menjadi sumber penyebarluasan ide-ide humaniter.

"Setulusnya saya ucapkan selamat atas pembukaan Masjid Agung Moskow. Ini merupakan peristiwa penting bagi umat Muslim Rusia," kata Putin.

Ia menyebut masjid itu merupakan salah satu masjid tertua di Moskow dan setelah direkonstruksi menjadi salah satu yang terbesar di Eropa dengan penampilan yang sangat modern dan menjadi kebanggaan bangsa Rusia yang multietnis dan multiagama.

"Islam sesuai hukum Rusia merupakan salah satu agama tradisional di Rusia," ujar Putin.

Dubes RI Djauhari Oratmangun merasa terharu sekaligus bangga ketika sebagai bagian dari seremoni acara pembukaan, panitia memutar film dokumenter sejarah masjid yang antara lain menayangkan kunjungan Presiden Soekarno ke masjid itu pada 1959.

"Semua hadirin termasuk Presiden Putin juga menyaksikan tayangan tersebut. Hal ini membuktikan jejak-jejak Presiden Soekarno ternyata masih ada dan dihargai di sini," ujar Dubes Djauhari.

Umat Muslim Rusia, Rabu (23/9), memperoleh hadiah berupa peresmian masjid terbesar di Rusia, Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet oleh Presiden Vladimir Putin.

Dalam keterangan pers KBRI Moskow, acara peresmian yang disiarkan langsung TV setempat. Indonesia diwakili Duta Besar RI Djauhari Oratmangun.

Hadir dalam peresmian masjid itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dalam pidato pembukaan, Presiden Putin mengucapkan selamat kepada seluruh umat Muslim Rusia atas pembukaan masjid yang telah lama direkonstruksi.

Putin menyatakan keyakinan masjid tersebut akan menjadi pusat kerohanian penting dan menjadi sumber penyebarluasan ide-ide humaniter.

"Setulusnya saya ucapkan selamat atas pembukaan Masjid Agung Moskow. Ini merupakan peristiwa penting bagi umat Muslim Rusia," kata Putin.

Ia menyebut masjid itu merupakan salah satu masjid tertua di Moskow dan setelah direkonstruksi menjadi salah satu yang terbesar di Eropa dengan penampilan yang sangat modern dan menjadi kebanggaan bangsa Rusia yang multietnis dan multiagama.

"Islam sesuai hukum Rusia merupakan salah satu agama tradisional di Rusia," ujar Putin.

Dubes RI Djauhari Oratmangun merasa terharu sekaligus bangga ketika sebagai bagian dari seremoni acara pembukaan, panitia memutar film dokumenter sejarah masjid yang antara lain menayangkan kunjungan Presiden Soekarno ke masjid itu pada 1959.

"Semua hadirin termasuk Presiden Putin juga menyaksikan tayangan tersebut. Hal ini membuktikan jejak-jejak Presiden Soekarno ternyata masih ada dan dihargai di sini," ujar Dubes Djauhari.

Mampu Tampung 10 Ribu Jamaah
Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet merupakan masjid terbesar di Rusia. Dalam keterangan pers KBRI Moskow, Rabu (23/9), masjid berusia 111 tahun itu direkonstruksi menjadi salah satu masjid paling modern di Eropa.

Masjid dengan kubah setinggi 46 meter dan menara 72 meter tersebut pada bagian tengah memiliki kubah berlapis emas dengan bingkai ukiran ayat-ayat Alquran.

Masjid dilengkapi tujuh lift, pendingin udara, dan fasilitas bagi penyandang cacat. Setelah direstorasi, masjid yang didirikan pada 1904 dan direstorasi mulai 2005, kini memiliki luas 19 ribu meter persegi dan dapat menampung 10 ribu jamaah.

Biaya renovasi masjid Agung Moskow sekitar 170 juta dolar AS. Masjid dibiayai sepenuhnya oleh donatur anggota Dewan Federasi dari Dagestan Suleiman Kerimov yang menyumbangkan lebih dari 100 juta dolar AS.

Selain itu juga bantuan dari Turki berupa mimbar dan mihrab, sumbangan dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebesar 25 ribu dolar AS atas nama anak-anak Palestina, dan juga sumbangan umat dari berbagai agama. 

Dari Berbagai Sumber