Bukti-bukti Pengkhianatan Wahabi

Semua tahu siapa kelompok wahabi, atau kelompok yang baru-baru ini muncul, yaitu salafi, kelompok yang menisbatkan dirinya kepada salafuna ash-shalih. Mereka inilah yang bikin umat Islam resah, apalagi orang awam. Semuanya kok dianggap bid'ah, syirik, khurafat atau anggapan-anggapan lain yang sejenis.
Secara finansial, kelompok yang berasal dari Saudi Arabia ini tidak dapat diragukan lagi. Manajemennya bagus, organisasinya solid, dan mempunyai pengikut yang fanatik dan fundamental. Karena faktor inilah, gerakan wahabi dan salafi mudah menyeruak ke dalam sebuah komunitas Islam. Juga karena faktor ini, wahabi-salafi sangat mudah menyebarkan tipu daya mereka. Mereka tak segan-segan berkhianat kepada agama, demi untuk memperkuat ideologi mereka. Pengkhianatan wahabi-salafi yang fatal dan berakibat fatal adalah memasukkan ulama-ulama terdahulu kepada jajaran mereka, dengan menerbitkan karya tulis para ulama itu, yang sebelumnya mereka edit, agar sejalan dan tidak bertentangan dengan ideolgi mereka. Masya allah!.
Mengapa Ular Sampai Hati Menggigit Abu Bakar Saat Menemani Rasulullah ?

Mengapa Ular Sampai Hati Menggigit Abu Bakar Saat Menemani Rasulullah ?

Add Comment
Di gua Tsur, Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersembunyi dari kejaran sejumlah orang-orang pilihan dari seluruh kabilah-kabilah Qurasy dengan pedang terhunus siap mengeksekusi beliau. Di gua yang sempit dan hanya cukup ditempati dengan posisi duduk ini, Abu Bakar dengan setia, ikhlas dan penuh kecintaan menemani Rasulullah shallallahu alayhi wasallam. Dialah sahabat yang paling mulia diantara sahabat-sahabat yang lain, pemegang amanah utama tampuk pemerintahan Islam setelah Rasulullah shallallahu alayhi wasallam wafat, dan ia wafat syahid karena memendam cinta dan rindu kepada Rasulullah shallallahu alayhi wasallam. 

As-Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani

Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki, dekat Bab As-salam

Ayah beliau, Sayyid Alwi bin Abbas Almaliki (kelahiran Makkah th 1328H), seorang alim ulama terkenal dan ternama di kota Makkah. Disamping aktif dalam berdawah baik di Masjidil Haram atau di kota kota lainnya yang berdekatan dengan kota Makkah seperti Thoif, Jeddah dll, Sayyid Alwi Almaliki adalah seorang alim ulama yang pertama kali memberikan ceramah di radio Saudi setelah salat Jumat dengan judul “Hadist al-Jumah”. Begitu pula ayah beliau adalah seorang Qadhi yang selalu di panggil masyarakat Makkah jika ada perayaan pernikahan.

Selama menjalankan tugas da’wah, Sayyid Alwi bin Abbas Almaiki selalu membawa kedua putranya Muhammad dan Abbas. Mereka berdua selalu mendampinginya kemana saja ia pergi dan berceramah baik di Makkah atau di luar kota Makkah. Adapun yang meneruskan perjalanan dakwah setelah wafat beliau adalah Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki dan Sayyid Abbas selalu berurusan dengan kemaslahatan kehidupan ayahnya.
NU = MUHAMMADIYAH

NU = MUHAMMADIYAH

Add Comment
Jaman semakin maju, organisasi semakin besar dan modern, ternyata malah menjadikan jarak NU dan Muhammadiyah semakin dekat, bahkan sulit dibedakan. "Beda NU dan Muhammadiyah itu hanya sebatang rokok". Kata KH. Hasyim Muzadi saat memberikan ceramah di depan pada kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK negeri dan swasta sekota Pasuruan. Para guru itupun tertawa mendengar guyonan itu.
Beda NU dan Muhammadiyah dalam shalat subuh dan tarawih di jaman dulu sangat mencolok. Bahkan sampai dibelani jotosan. Tapi sekarang sudah tidak terjadi lagi. Bahkan mungkin tidak ada beda lagi. Lho, kok bisa?. "Karena sama-sama tidak shalat".

Sumber: Majalah AULA NU, No.10 Tahun XXXII, hal 84

Siapakah Ahli BID'AH?

Add Comment
Allah berfirman : 

أفمن زين له سوء عمله فرءاه حسنا فإن الله يضل من يشاء ويهدي من يشاء فلا تذهب نفسك عليهم حسرات إن الله عليم بذات الصدور ، فاطر 8

Artinya: "Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ? Maka Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; Maka janganlah dirimu binasa Karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". (QS. Fathir: 8)

Ayat tersebut di atas menjelaskan bagaimana orang yang merasa dirinya benar, padahal ia  telah dikelabui setan, hingga dirinya memandang kejelekan sebagai sebuah kebaikan, dan sebaliknya, ia memandang kebaikan sebagai sebuah kejelekan. Betapa pintarnya setan bermain-main dalam hati manusia, Tiada yang sanggup melawannya kecuali mendapat pertolongan dari Allah SWT. Semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada kita dan tidak menggelincirkan kaki kita dari jalan-jalan yan Ia ridai. Amin.
AYAT-AYAT SETAN

AYAT-AYAT SETAN

Add Comment
Cambridge University, dan Carl Brockelmann dalam bukunya "The Beginning of Opposition, The Satanic Verses" mengatakan bahwa Rasulullah SAW. pada tahun-tahun pertama beliau melakukan dakwah, pernah mengakui ketuhanan tiga tuhan Quraisy; Latta, Uzza dan Manat, yang mereka anggap sebagai putri-putri Allah. Hal ini karena beliau melihat kaum Quraisy semakin menghindari dan menjauhinya, juga karena perlakukan buruk mereka terhadap para sahabat. Lalu beliau berharap mudah-mudahan tidak turun ayat yang dapat melarikan kaum Quraiys darinya. Beliaupun mulai mendekati mereka, dan duduk di sebuah tempat perkumpulan dekat Ka'bah. Kemudian Rasulullah membacakan surat An-Najm. Sesampai ayat : "Afara'aitumullata wal uzza wa manatats tsalitsatal ukhra (adakah kalian melihat lata, uzza, dan yang ketiga adalah manat)", Beliau menambahkan, "tilkal gharaniq al'ula wa inna syafa`atihim laturja (mereka adalah gharaniq yang luhur, sesungguhnya pertolongan mereka sangat diharapan".
Malaikat Maut pun Terheran-heran

Malaikat Maut pun Terheran-heran

Seorang lelaki, sebut saja Fulan datang kepada Nabi Sulaiman untuk sebuah keperluan. Tiba-tiba datang seorang lelaki berbadan kekar, berkulit hitam, berambut gimbal, dengan mata melotot tajam dan terus mengawasi gerakan si Fulan. Si Fulan ketakutan. Ia merasa tidak aman dengan orang yang baru ia ketahui itu. Ia pun memohon kepada nabi Sulaiman untuk mengusir lelaki berkulit hitam itu pergi.

Maka diusirlah lelaki itu dari pendapa istana Nabi Sulaiman. Karena masih merasa tidak aman, si Fulan memohon lagi kepada Nabi Sulaiman untuk menerbangkan dirinya ke negeri India, jauh dari Jerusalem, ibu kota kerajaan Sulaiman, menggunakan kendaraan angin yang biasa ditumpangi nabi Sulaiman. Sejenak kemudian, ia pun melesat jauh ke India.

Lelaki berkulit hitam datang lagi. Nabi Sulaiman bersabda kepada lelaki yang tak lain adalah Malaikat maut itu : "Ada apa gerangan? Wahai Izrail! Adakah engkau mau mencabut nyawaku?". "Tidak, Tuanku!", Jawab Izrail. "Aku hendak bersilaturrahmi kepada Anda, dan selanjutnya aku akan ke India untuk mencabut nyawa seorang manusia di sana!. Tapi ketika aku pertama kali masuk ke sini tadi, aku kaget dan heran, mengapa orang yang telah diperintahkan Allah kepadaku untuk dicabut nyawanya, ada di sini, dan ia masih sehat-sehat saja. Menurut daftar catatanku hari ini, semestinya ia berada di India".

Nabi Sulaiman bersabda : "Pergilah ke India, baru saja ia aku terbangkan kesa". Maka berangkatlah malaikat Izrail ke India.

Begitulah rahasia Allah, siapapun tidak akan mengerti, termasuk para malaikan, kecuali orang-orang yang merasa dekat dengannya.

Sumber : Ceramah KH. A. Sadid Jauhari pada Pengajin IKPL di Lumajang tahun 2003

Blokir Nomor HP Penipu...............

Add Comment
Pagi hari adalah kebiasaan diriku untuk surfing di internet dan secara 'gak sengaja temukan artikel untuk blokir nomor HP sang Penipu yang sering meresahkan masyarakat.
Diriku harap artikel ini dipergunakan secara bijak.

1.Cari HP siemens tipe apa aja
2.Masuk menu setup trus pilih menu fax/data mode.
3.Berikan centang pada send fax/data ama atu lagi yang receive fax/data yang tengah kosongin aja.
3.Call 555 trus tekan fax/data disebelah kiri
4.Pilih menu bahasa indonesia(teken 1)
5.Masukan nomor HP penipu format masukinnya 62815xxxxxxx/62816xxxxxxx didepan 62 gak perlu ada tanda +
6.Pilih menu isi ulang.
7.Masukin sembarang nomer diakhiri pager.ex : 1#
8.Bila sudah 3 kali berarti nomor penipu sudah diblokir sama pihak satelindo.
9.Cara ini juga bisa dipake untuk ngecek pulsa teman2 kita.
10.Bila Sobat hanya digunakan untuk cek pulsanya saja jangan masuk menu isi ulang.
11.Menu isi ulang hanya untuk penipu……

Sumber : http://hp1809.blogspot.com/2009/03/blokir-no-hp-sms-penipu.html

Ahmad Dhani "DEWA 19" = Yahudi?

Sebenarnya info ini telah lama beredar. Banyak buku-buku yang telah diterbitkan, banyak pula situs web ataupun blog yang mempublikasikannya. Tulisan inipun merupakan copy paste dari situs-situs itu. Namun tak ada salahnya, jika hal ini diungkap kembali, mengingat banyak hal terutama akan bahaya zionisme dan segala bentuk gerakannya, bagi umat Islam.


Yah...! Begitulah Ahmad Dhani, seorang pentolan Group Band terkenal; Dewa 19, yang aransement dan lirik lagunya enak didengar. Namun dibalik itu, ada misi Yahudi di dalamnya. Bukti-buktinya adalah Ahmad Dhani sendiri. Ia adalah keturunan Yahudi. Dalam darahnya mengalir darah Yahudi yaitu dari sang kakek, Jan Pieter Frederich Kohler. Ibu Dhani, Joyce Theresia Pamela Kohler, pernah menikah dengan Eddy Abdul Manaf, ayah Dhani sebelum akhirnya bercerai.


Bukti yang lain adalah apabila ditelusuri lebih mendalam ternyata SEMUA Album Dewa mengandung simbol-simbol Yahudi. Mari kita telusuri :


1. Album DEWA 19 (1992)
Di cover depannya ada gambar piramid yang atasnya disamarkan, tapi jika diperbesar akan tampak ada sesuatu di puncaknya. Ini mirip dengan lambang gerakan rahasia Zionisme (Iluminati). Bandingkan dengan gambar piramid Yahudi yang terdapat dalam lembaran One Dollar AS.
Album DEWA 19 (1992)
Gambar Pyramid pada Uang 1 Dollar Amerika
The pyramid represents the strength and stability of the Government. The date of the nation’s birth, “1776,” is inscribed in Roman numerals at the pyramid’s base.
The eye, called the eye of providence, depicts the watchful eye of God. The light all around the eye shows His Glory.

Watchful Eye of God
Watchful Eye of God


Two Latin mottos appear on the back of the seal. The upper motto, Annuit coeptis, means He (God) has favored our undertakings. The lower motto, Novus ordo seclorum, means the new order of the ages, referring to the founding of America’s unique system of self-government.
2. Album TERBAIK-TERBAIK (1995)
Terpampang simbol Dewa RA (Dewa Matahari Dalam Mitologi Mesir Kuno). Dewa Ra diklaim Yahudi sebagai salah satu dewa mereka. Di Sinagog lambang ini lazim dipajang. Selain itu, dalam album yang sama ada pula gambar satu halaman Protocol of Zions dalam bahasa Ibrani.
Album TERBAIK-TERBAIK (1995)
Album TERBAIK-TERBAIK (1995)

Ridwan Saidi (pakar Zionisme) yang menguasai bahasa Ibrani menegaskan, “Ini jelas diambil dari satu gambar Protocol of Zions, karena diatas lembaran itu ada judul dan logo. Ini tidak ada dalam Taurat ataupun Talmud”.
Cover Album Terbaik-Terbaik Dewa 19
Cover Album Terbaik-Terbaik Dewa 19

Lalu ada simbol lingkaran dengan titik di tengahnya, dimana personil Dewa berdiri dibawahnya. Simbol ini lazim dikenal sebagai simbol Mata Setan yang menguasai dunia (evil eye), sebuah simbol Yahudi. Di bagian lain dalam album yang sama, simbol mata setan juga dimuat.

3. Album The Best of Dewa 19 (1999)
Di pinggiran disc-nya terdapat simbol panah dan garis lurus yang saling memotong seperti salib. Lambang garis tersebut sebenarnya sinar yang saling memotong. Ini salah satu simbol dari gerakan Freemansonry Lambang sinar yang saling memotong ini secara “kreatif” juga terdapat dalam cover kaset bagian dalam dan depan secara keseluruhan.

Album The Best of Dewa 19 (1999)
Album The Best of Dewa 19 (1999)

4. Album Bintang Lima (2000)
Gambar sayap lazim dipakai sebagai salah satu simbol gerakan perkumpulan Theosofie Yahudi.
Album Bintang Lima (2000)
Album Bintang Lima (2000)

5. Album Cintailah Cinta (2002)
Cover depan album Dewa ini memuat secara mencolok simbol Eye of Horus. Horus adalah Dewa Burung dalam mitologi Mesir Kuno. Sama seperti Dewa Ra, Yahudi juga mengklaim Horus merupakan salah satu dewa mereka. Di cover dalam juga terdapat simbol yang sekilas mirip mata, tapi sebenarnya merupakan contekan habis salah satu simbol yang terdapat dalam buku The Secret Language of Symbol yang disarikan dari kitab Yahudi, Taurat. Simbol ini biasa disebut Femina Geni. Masih dalam album ini, juga terdapat beberapa simbol-simbol mata, yang merupakan salah satu simbol Gerakan Freemasonry.
Album Cintailah Cinta (2002)
Album Cintailah Cinta (2002)

6. Album Atas Nama Cinta I & II (2004)
Lambang sayap yang merupakan lambang resmi Dewa dimuat dalam album live ini dengan latar belakang hitam kelam.
Album Atas Nama Cinta I & II (2004)
Album Atas Nama Cinta I & II (2004)

7. Album Laskar Cinta (2005)
Inilah album ketujuh Dewa yang akhirnya menjadi batu sandungan dan membuka selubung semua album-album Dewa sebelumnya yang sarat dengan kampanye simbol dan lambang Yahudi. Selain lambang Allah yang dimuat tidak sebagaimana mestinya, tipologi huruf “Laskar Cinta” pun mengambil dari pola huruf Ibrani.
“Pola huruf tulisan Laskar Cinta diambil dari pola huruf Ibrani,” ujar Ridwan Saidi seraya membuka kitab Taurat berbhs Ibrani asli dari Israel.
Dibawah lagu berjudul “Satu” (album Laskar Cinta), berisi ajaran sesat yang mengatakan ada kesatuan wujud antara Sang Khaliq dengan mahluk-Nya. Dalam bahasa Syekh Siti Jenar atau Al Hallaj, paham ini disebut “Manunggal ing kawulo Gusti”. Parahnya, ini seakan dibenarkan sendiri oleh Ahmad Dhani dengan menulis di bawah lirik lagu tersebut dalam cover versi kaset, “THANKS TO: AL-HALLAZ”.
Album Laskar Cinta (2005)
Album Laskar Cinta (2005)

Dalam album yang sama versi CD, di bawah lirik lagu “Satu”, ditulis Ahmad Dhani, “THANKS TO: SYEKH LEMAH ABANG”, yang tak lain adalah nama lain dari Syekh Siti Jenar.

Siapakah Ahmad Dhani?
Di Album tertulis: DHANI THANKS TO:…. JAN PIETER FREDERICH KOHLER (THANKS FOR THE GEN). Dhani berterima kasih kepada: Jan Pieter Frederich Kohler (Terima kasih atas darah keturunannya).
“Merunut dari silsilah keluarga, Jan Pieter Frederich Kohler adalah kakek Dhani (dari pihak Ibu) yang berkebangsaan Jerman. “Kohler” adalah nama keluarga, sejenis marga. Jadi jelaslah, Dhani punya kebanggaan akan darah darah keturunannya itu,” ujar pengamat Zionisme H. Ridwan Saidi.
Bisa jadi, sebab itulah dalam berbagai kesempatan show-termasuk ketika manggung di Trans TV yang menginjak-injak karpet dengan motif logo Allah yang kontroversial itu, Dhani Dewa mengenakan kalung Bintang David, simbol Zionis-Israel.

Bermula dari kasus kontroversial logo Allah, terkuaklah misteri dibalik (Dhani) Dewa. Dalam album-album Dewa, bertebaran gambar dan simbol-simbol Yahudi.
“Ada apa ini? Dalam album-album selanjutnya Dewa juga banyak memuat logo dan simbol-simbol Zionis. Ini harus dilacak, ada apa di belakang Dewa?” papar Ridwan Saidi. “Saya sebagai orang yang telah lama mempelajari Zionisme berani menyatakan jika ini merupakan usaha penyebaran simbol-simbol Yahudi terbesar sepanjang sejarah Indonesia!” tandas Ridwan.
wallahu’alam…

Menguak Kristenisasi Di Indonesia

Menguak Kristenisasi Di Indonesia

Add Comment
Oleh:  Ust. Idrus Abidin, Lc. MA.
(Dosen PSI Al-Manar)


PENDAHULUAN

Pada dasarnya setiap komunitas memiliki keinginan kuat untuk memperbanyak jumlah keanggotaan dan pengikut selama keberadaannya dalam kancah kehidupan. Keinginan ini sebetulnya merupakan insting yang tertanam pada kedalaman jiwa masing-masing individu, mengigat bahwa manusia memang merupakan mahluk dengan naluri sosial yang tinggi. Jumlah yang banyak merupakan bagian dari wujud eksistensi dan merupakan data dan fakta tentang keberadaan dan hak-hak untuk memiliki kehidupan yang layak ditengah masyarakat manusia. Maka tak heran jika agama sebagai identitas yang melekat pada manusia juga berusaha keras untuk mengumpulkan sesama dalam ruang lingkup keyakinan dan kepercayaan.

Islam sendiri menganggap bahwa missi untuk mengajak orang lain menuju pintu gerbang Islam adalah merupakan perintah Tuhan yang berlandaskan semangat kitab suci. Pandangan ini berdasarkan pada asumsi bahwa Islam adalah jalan keselamatan terakhir menuju Allah swt. Hanya saja, jika dibandingkan dengan seksama, missi dalam Islam hanyalah sebatas menawarkan dan tidak memiliki hak pemaksaan dan intimidasi. Penawaran di sini sebagai bukti bahwa kebenaran yang diyakini oleh seorang Muslim telah disampaikan kepada orang lain. Out put berupa ketertarikan dan pemilihan Islam sebagai agama tidaklah menjadi target utama dalam Islam. Sementara dalam Kristen, missi tidak sekedar menawarkan ajaran Kristen kepada pihak lain, tetapi juga mengadung keharusan agar objek missi benar-benar dapat dikatakan sebagai penganut Kristen secara formal. Dengan demikian, beban di pundak missonaris lebih berat dibanding beban da’i dalam Islam. Maka tidaklah mengherankan jika missi Kristen terkadang terkesan melalui cara-cara yang tidak lazim dilakukan oleh missionaris terhadap agama-agama lain.
Makalah ini berusaha menelusuri missi Kristen di Indonesia dengan berusaha menjawab pertanyaan, bagaimana bentuk missi Kristen di Indonesia dan pengaruhnya terhadap kehidupan keberagamaan.

KRISTENISASI

Kata kristenisasi adalah padanan kata islamisasi. Keduanya mengadung upaya-upaya sistemis untuk mengajak pihak lain, baik kalangan internal maupun eksternal untuk menganut cara hidup masing-masing agama yang dipropagandakan. Namun, dari segi istilah, kristenisasi merupakan sebuah gerakan keagamaan yang yang bernuansa politik yang muncul setelah berakhirnya perang salib dengan tujuan menyebarkan agama Nasrani kepada semua komunitas manusia yang ada di dunia ketiga secara umum dan kepada kaum Muslim secara khusus, dengan harapan dapat menegaskan kekuasaan mereka terhadap bangsa-bangsa yang ada.
Kaum Kristen biasanya merujuk sejumlah ayat dalam Bibel sebagai legitimasi kewajiban menjalankan misi Kristen kepada bangsa-nagsa non-Kristen. Kitab markus, 16 : 15 misalnya, menyerukan, “pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala mahluk.” Maka baik kaum Kristen Protestan maupun Katolik sama menegaskan pentingnya misi dalam agama Kristen.
Yang pertama kali melakukan aktifitas Kristenisasi secara resmi adalah seorang warga Jerman bernama Raimon Lull (1890 M) setelah perang salib mengalami kegagalan. Raimon telah belajar bahasa Arab dan berkunjung ke beberapa Negara Arab sambil berdiskusi dengan beberapa kalangan ulama. Pada tahun 1924, Raymond Lull berhasil menemui Paulus V. Dia mengajukan dua buku yang mencakup dua rancangan Lull untuk mengkristenkan umat Islam.Pertama, menjadikan ilmu dan sekolahan sebagai sarana kristenisasi. Kedua, kristenisasi dengan kekerasan jika tidak dapat dicapai dengan cara halus.
Semenjak itulah missionaris Kristen mengarahkan perhatiannya untuk menyebarkan agama Kristen kepada negara-negara ketiga yang mayoritas beragama Islam. Aktifitas Kristenisasi ini mengalamai momentum yang cukup baik karena ketika itu negara-negara Muslim masih diliputi oleh kebodohan dan kemiskinan. Belum lagi masalah kesehatan dan kelemahan penguasa negeri Muslim dalam mengatasi problem interen mereka.
Jika diperhatikan dengan seksama, sebenarnya negara-negara barat banyak mengutus missonaris ke seluruh dunia dengan alasan untuk pengembangan kehidupan kerohanian dan sebagai upaya menciptakan keselamatan dunia, sebagaimana tampak di Perancis. Perancis secara terbuka memerangi missionaris dalam konteks negaranya tetapi berusaha memanfaatkan dan melindungi missionaris yang berada di Negara lain. Demikian pula Italia yang menampakkan permusuhannya terhadap Gereja tetapi memperkuat politik imprealisme mereka dengan bantuan para missionaris. Bahkan banyak kalangan militer di Inggris yang menasehati negaranya untuk mengutus missonaris ke seluruh dunia.
Dalam aktifitas ini, missionaris sangat menyadari bahwa kaum Muslim memiliki keteguhan yang tinggi dalam memegang keyakinan yang mereka anut. Dengan demikian beragam kedala mereka temui di lapangan. Dengan adanya kenyataan demikian, upaya dan segala yang dimiliki berupa kekuatan rohani dan jasmani mereka persiapakan untuk melancarkan aktifitas ini. Hal ini tampak dalam upaya missionaris untuk menaklukkan Indonesia dan Negara-negara Afrika.

SEJARAH KRISTENISASI DI INDONESIA

Berdasarkan kutipan Lukman al-Hakim dari buku Sejarah Gereja Katolik di Indonesia, permulaan perkembangan agama Kristen di Indonesia sebagaimana ditunjukkan oleh Y Bakker terjadi pada pertengahan abad ke-7 dengan didirikannya episkopat Syria di Sumatra. Tetapi hasil krsitenisasi mulai tampak sejak dilakukannya secara gencar oleh orang-orang Portugis, terutama di Maluku pada abad ke-16. Setelah itu, Organisasi dagang Belanda (VOC) yang didirikan pada tanggal 1602 memang tidak memiliki nuansa politik yang berusaha menciderai Islam. Namun ketika diminta untuk menyebarkan nilai-nilai Kristen di tanah jajahan, maka tidak ada cara lain kecuali mengikuti cara yang telah diperaktekkan oleh Portugis sebelumnya berupa pemaksaan.
Sebagai perwujudannya, sebagaimana dituturkan oleh Aqib Suminto dalam Politik Islam Hindia Belanda, pada tahun 1661 VOC melarang umat Islam melaksanakan ibadah haji. Kebijakan ini merupakan realisasi anjuran Bogart, seorang Katolik ekstrim di parlemen Belanda. Dalam asumsi Bogart, para jemaah haji tersebut sangat berbahaya secara politis. Karena itu, melarang perjalanan ibadah haji jauh lebih baik ketimbang menembak mati para haji itu. C. Guillot dalam Kiai Sadrach: Riwayat Kristenisasi di Jawa menuturkan bahwa pada awalnya pusat penyebaran Kristen adalah Maluku. Banyak orang Maluku yang menjadi tentara yang kemudian dikirim ke kawasan-kawasan utama militer Belanda di Jawa, seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya. Mereka itulah yang pertama kali membentuk jemaah Kristen pribumi.
Berbeda dengan di atas, terdapat analisa lain yang menganggap bahwa orang Kristen pertama yang sampai ke Nusantara adalah pada abad 12 masehi. Yang mana, ia singgah di Sumatra Utara. Setelah itu missionaris yang bernama Fransiskan Ordorikus menyusul dan berusaha mengelilingi pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Kemudian datang setelahnya missionaris Katolik yang sangat mashur yang bernama Fransiskus Oksafiarus pada tahun 1546 masehi. Ia memulai missinya di Ambon kemudian memperluasnya hingga mencakup Maluku Utara. Kemudian setelahnya datanglah orang-orang Belanda yang beragama Protestan ke pulau ini dan berusah menyaingi penganut Katolik. Namun kemudian perkembangan agama Protestan banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hal ini terjadi pada abad ke-17 hingga abad ke-18 masehi. Pada tahun 1904 M tibalah Fan Leis ke Yogyakarta dan berusaha mendirikan sekolah Kanisius yang berpusat di da’erah Muntilan dan Mendut.
Keterkaitan antara kolonialisme dengan kristenisasi sebetulnya sangat sulit untuk dinafikan. Namun demikian tokoh-tokoh Kristen di Indonesia seperti TB Simatupang biasanya tidak setuju tentang adanya keterkaitan tersebut. Mereka menganggap bahwa misionaris sema sekali tidak terkait dengan ambisi duniawi para kolonialis. Penyebaran Kristen lebih disebabkan oleh kuasa Alkitab dan bukan semata-mata disebabkan oleh orang-orang Kristen. Namun anggapan semcam itu sulit diterima mengingat fakta-fakta sejarah bantuan dan sikap politik kaum kolonialis terhadap misi Kristen sangatlah nyata.
Setelah Indonesia Merdeka, Indonesia menjadi sasaran misi Kristen dari segenap penjuru dunia. Beragam media digunakan seperti film, kaset, buku-buku, kapal-kapal penginjil yang mengitari pantai-pantai dan kepulauan seperti Lombok, Sumbawa, Sulawesi dan Kalimantan. Di daerah luar Jawa seperti NTT dan Kalimantan misi Kristen telah memiliki pemancar radio dan pesawat terbang cesna. Bahkan pada wilayah-wilayah tertentu , mereka mendirikan landasan pesawat khusus dengan izin dari Depertemen Perhubungan.
Demikianlah sehingga agama Kristen berkembang di Indonesia terutama pada momen jatuhnya Sukarno pada peristiwa pemberontkan G 30 S PKI pada tahun 1965. Orang-orang Kristen memanpaatkan kesempatan ini dengan memasukkan para tawanan komunis ke dalam agama Kristen dengan beralasan bahwa para pelaku penyembelihan adalah orang-orang Islam. Sehingga mereka tidak bisa menyelamatkan diri kecuali dengan beralih keyakinan.

TARGET KRISTENISASI

Tujuan utama Kristenisasi sebenarnya adalah membongkar keyakinan yang dianut oleh kaum Muslim dan berusaha mengalihkan mereka dari sikap tegas dalam memegang keyakinan Islam sebagai pola hidup dan pola keyakinan. Jalan yang ditempuh untuk maksud tersebut berupa Kristenisasi dan penjajahan. Tetapi kemudian mendapatkan penetangan yang luar biasa dari pihak Muslim sehingga Samuel Zwemer menegaskan kepada missonaris untuk menguatkan semangat mereka dengan megatakan, “Tujuan Kristenisai di negara-negara Muslim yang ditugaskan kepada kalian oleh Negara-negara Kristen bukanlah bermaksud untuk memasukkan kaum Muslim ke dalam agama Kristen. Karena hal demikian merupakan kehormatan dan hidayah buat mereka. Tetapi tugas kalian adalah mengeluarkan mereka dari Islam sehingga mereka menjadi mahluk yang tidak memiliki hubungan dengan Tuhan dan tidak memiliki afiliasi terhadap nilai-nilai etika yang menjadi landasan utama kehidupan berbagai bangsa.

SARANA DAN METODE KRISTENISASI

Sarana dan metode yang dijalankan missionaris di Indonesia sangatlah beragam. Di antara media dan metode yang digunakan di banyak Negara adalah :

1. Pendidikan dengan beragam bentuknya mulai dari TK hingga perguruan tinggi.

2. Seminar, ceramah dan kegiatan olah raga.

3. Penerbitan buku-buku dan pendirian percetakan modern.

4. Koran, majalah dan terbitan khusus.

5. Pendirian rumah sakit, tempat-tempat hiburan dan pondokan anak yatim.

6. Bantuan kemanusian dan hadiah, utamanya ketika terjadi bencana alam dan krisis ekonomi.

7. Gerakan politik.

Untuk mengenal program Kristenisasi di Indonesia, yang pertama dilakukan adalah mengenal lembaga Kristenisasi yang memiliki peranan utama dalam memperluas cakupan missinya di Indonesia. Doulus World Mission Indonesia adalah sebuah lembaga yang berusaha memperluas cakupan penganut Kristen kepada lebih dari 125 kelompok mayarakat terbelakang di pedalaman. Berangkat dari program ini, Doulus berusaha mendirikan sekolah tinggi bernama Sekolah Tinggi Teologi Doulus yang dijadikan sebagai sarana untuk menyiapkan sebanyak 2.500 missionaris Kristen. Berdasarkan pada program yang direncanakan, Doulus berharap dapat menyelesaikan missi ini pada tahun 2000 M. Tetapi pada kenyataannya, masyarakat Indonesia makin terlihat bersemangat mepelajari Islam, terutama pasca jatuhnya soeharto dari tampuk kekuasaan pada tahun 1998.

Berdasarkan penelitian lembaga ini, di Indonesia terdapat lebih dari 250 suku terasing yang belum tersentuh oleh Kasih Yesus dan nilai-nilai Kristen. Karena itulah, lembaga ini menyiapkan program khusus bagi masing-masing suku terasing tersebut, di antaranya :

• Proyek Yeriko 2000 untuk Jawa Barat.

• Proyek Karapan 2000 untuk Madura dan Jawa Timur secara umum.

• Proyek andalas 2000 untuk Sumatra Utara.

• Proyek Mandau 2000 untuk Kalimantan.

• Proyek Baju Bungku 2000 untuk Sulawesi Tenggara.

• Proyek Cenderawasih 2000 untuk Irian Jaya.

• Proyek Sriwijaya 2000 untuk Riau, Sumatra.

METODOLOGI KRISTENISASI DI INDONESIA

Beragam cara yang dilakukan oleh missionaris dalam rangka menarik hati pemeluk Islam di Indonesia. Di antara metode yang digunakan dalam missi ini berdasarkan sejumlah penelusuran adalah :

1. Membagun Gereja di Lingkungan Muslim.

Langkah ini merupakan cara lama yang masih dipraktekkan oleh missonaris untuk proyek Kristenisasi di Indonesia. Hanya saja resistensi yang ditampakkan oleh warga sekitar terhadap proyek pendirian Gereja menjadi masalah setiap kali hal ini dilakukan. Salah satu contoh adalah proyek pendirian Gereja terbesar di Asia Tenggara yang direncanakan oleh Jems Riyadi di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Gereja ini dinamakan Gereja Pembaharuan Injil. Setelah bangunan Gereja mulai tampak, kelompok Muslim di Kemayoran mengadakan pertemuan khusus dan menyapakati beberapa langkah untuk menyetop pembangunan Gereja. Salah satunya adalah mengirim surat kepada Gubernur sebanyak tiga kali, tetapi hal tersebut tidak mendapatkan respon dari pemerintah setempat. Melihat sikap warga yang menolak proyek, pihak Kristen berusaha mendekati warga dengan membagikan alat perlengkapan shalat dan hewan kurban ketika tiba hari Idul Adha serta kunjungan ke beberapa pesantren. Hanya saja warga merasakan bahwa itu merupakan bentuk sogokan agar mereka tidak menolak kehadiran Gereja, sehingga cara ini tidaklah berhasil menghadang langkah warga untuk menolak pembangunan Gereja tersebut.

Hal serupa juga terjadi di Depok, Jawa Barat ketika Gereja Sallom berhasil didirikan. Panitia berusaha mendatangkan jamaah dari da’erah lain untuk mengadakan acara di Gereja Sallom. Setiap minggu berbagai kegiatan ramai di adakan di Gereja sehingga beberapa warga sekitar mulai tertarik dengan kegiatan yang mereka lakukan. Keberadaan Gereja pun lambat laun mulai menimbulkan sikap antipati warga sehingga mereka melakukan sikap yang tidak baik terhadap Gereja tersebut di kemudian hari.

2. Menciderai Kehormatan Wanita Muslimah.

Metode ini merupkan cara terbaru yang dilakukan oleh pihak missionaris di Indonesia. Pada awalanya cara ini ditujukan kepada putri-putri dari tokoh-tokoh keagamaan yang disegani oleh masyarakat. Sebagai contoh, seorang da’i bernama H Kasep dinodai kehormatan putrinya oleh salah seorang missionaris yang mengaku telah beragama Islam. Sehingga pada akhirnya sang gadis bunuh diri karena tidak bisa menaggung rasa malu akibat kejadian tersebut.
Kejadian berwal dari tahun 1420 H ketika seorang pemuda sering bertandan ke rumah sang gadis. Sejak itu kebersamaan keduanya makin terlihat mesra. Sang gadis beserta ayahnya tidak mengetahui kalau sang pemuda adalah seorang Kristen. Satu hari sang ayah menawarkan kepada pemuda tersebut agar hubungan dengan putrinya diresmikan melalui pernikahan. Tetapi sang pemuda mengajukan syarat agar acara pernikahan dilakukan di Gereja. Sejak saat itulah sang gadis kecewa dan hanya mengurung diri di kamar, hingga suatu ketika ia ditemukan meningal di ruang kamarnya dengan sebotol racun serangga.
Di tempat lain, seorang missionaris mengaku telah menjadi Muslim lalu mempersunting seorang gadis Muslimah yang berjilbab. Pada malam pertama perkawinannya, ia menugaskan salah seorang sahabatnya untuk mengambil gambar hubungan suami istri yang dilakukan pada malam itu. Setelah usia perkawinan berjalan beberapa bulan, sang suami meminta istrinya memilih antara masuk Kristen atau foto-foto hasil hubungannya pada malam pertama tersebut disebarkan ke halayak ramai. Sang istri pun tidak memiliki pilihan lain kecuali masuk Kristen demi menjaga kehormatannya.

Kejadian serupa juga terjadi di Jakarta Timur. Seorang missionaris menikahi seorang gadis yang bernama Fatma. Setelah keduanya mendapatkan dua momongan, sang missionaris membuka kedoknya dan memaksa istrinya untuk memeluk agama Kristen. Setelah beberapa hari kejadian tersebut berlalu, sang missionaris ketahuan kedoknya. Ia ternyata salah satu alumni dari sekolah tinggi teologi yang berpusat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.

3. Menyebarkan Narkoba.

Penyebaran narkoba merupakan cara baru yang ditampilkan missionaris dalam menjaring pengikut baru. Cara ini mulai ditemukan hampir bersamaan dengan cara sebelumnya, menodai kehormatan Muslimah. Cara ini terbilang ampuh, karena pengguna narkoba memiliki tingkat ketergantungan yang sangat besar terhadap obat-obatan yang mereka komsumsi dan berefek pada pelemahan jiwa. Sehingga pengguna dipastikan tidak bisa hidup kecuali dengan bantuan orang lain. Efek ini manarik perhatian missonaris sehingga secara tidak langsung, mereka mensuplai narkotika ke tempat nongkrong para pemuda pengangguran. Jika di masyarakat mulai muncul orang-orang yang memiliki tingkat ketergantungan obat yang tinggi, tempat-tempat rehabilitasi narkoba pun didirikan dengan berupaya menyusupkan nilai-nilai Kristen selama proses penyembuhan berlangsung. Setelah kesembuhan pasien, banyak di antara mereka yang telah menjadi pengikut Kristen.
Hal demikian ditemukan oleh Harian Republika di Bandung, Jawa Barat. Sekolah Tinggi Teologi Doulus berusaha melakukan missi dengan penyebaran narkotika kepada siswa yang berumur antara 15 hingga 18 tahun. Ketika terjadi ketergantunga obat, pusat-pusat rehabilitasi mental pengguna narkoba didirikan sekaligus menawarkan agama Kristen kepada para pasien.
Demikan pula dengan peristiwa yang dialami oleh salah seorang siswa sekolah Muhammadiyah di Semarang. Pada awalnya ia disuguhi narkoba oleh salah seorang oknum sehingga ia menjadi pengguna. Setelah keadaannya demikian, ia diobati di salah satu rumah sakit Kristen. Beberapa hari kemudian tampilan sang siswa mulai berubah dari sebelumnya sering memakai baju koko, dengan tampilan yang lebih gaul dan dengan tanda salib di lehernya.

4. Mengkristenkan Pasien Muslim.

Di antara metode ampuh yang dikembangkan oleh missionaris adalah mendirikan rumah sakit Kristen di berbagai belahan dunia Muslim. Rumah sakit seperti ini telah mencapai 213 buah pada tahun 1421 H. pendirian rumash sakit demikian memang atas nama missi kemanusiaan, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ia terkadang menjadi tempat terjadinya missi terselubung kepada pasien non Kristen. Betapa banyak kita dengar pasien dari kalangan ekonomi lemah direhabilitasi di rumah sakit-rumah sakit Kristen lalu dikemudian hari mereka berganti identitas keagamaan. Bahkan tidak cukup dengan pendirian rumah sakit-rumah sakit, missionaris juga berusaha membagikan brosur-brosur yang berisi ajaran ajaran Kristen serta adab-adab dalam Kristen bagi orang sakit kepada pasien Muslim.
Hal demikian terjadi di rumah sakit Advent di Bandung. Missionaris mengumpulkan pasien Muslim lalu mengadakan do’a bersama atas kesembuhan mereka kepada tuhan yesus. Di samping itu, mereka juga memberikan layanan gratis bagi mereka yang telah meninggal dunia keluarganya, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membayar beban biaya rumah sakit.
Cara seperti ini juga pernah dialami oleh seoraang tokoh Islam papan atas, Bapak Muhammad Natsir. Ketika menjelang kedatangan ajalnya, ia didtangi oleh missionaris dan menawarkan agama Kristen kepadanya. Padahal sang missinaris sangat mengetahui bahwa Natsir adalah seorang tokoh yang sangat kuat menentang uapaya Kristenisasi di Indonesia. Tetapi mereka berpura-pura tidak tahu dan berusaha melakukan kegiatan mereka.

5. Kesaksian Palsu yang Dilakukan oleh Oknum yang Mengaku Murtad dari Islam.

Penomena menarik yang banyak terjadi dikalangan intelektuan non Muslim adalah ketertarikan mereka terhadap Islam yang diawali dengan rasa keingintahuan tentang makna kehidupan. Pengembaraan intelektual pun mereka lakukan dengan mencari jawaban dari berbagai agama, termasuk agama-agama abrahamaik selain Islam. Mereka menghindari Islam karena stigma media massa yang seolah telah menenmpatkan Islam sebagai agama kekerasan dan anti perempuan. Tetapi karena jawaban yang mereka temui selama pencarian tidaklah memuaskan dahaga intelektual mereka, sehingga Islam pun dilirik. Ketika mereka mulai banyak membaca literatul Islam, terutama terjemahan al-Qur’an, umumnya mereka tersadar bahwa ternyata Islam adalah jawaban dari berbagai kegelisahan yang mereka alami selama ini. Setelah mereka menemukan jawaban, pengakuan tentang proses yang mereka lalui hingga menemukan Islam mereka tulis atau umumkan kepada media Islam sehingga tidak sedikit menginspirasi non Muslim lainnya, bahkan termasuk orang Muslim sendiri untuk lebih mendalami Islam. Hal ini menimbulkan efek yang luar biasa kepada masyrakat.
Melihat cara demikian banyak menarik perhatian masyarakat kaum beragama, terutama non Muslim, oknum dari pihak Kristen pun berusaha melakukan hal serupa. Sekali pun hal demikian sering kali didesain sendiri dan tidak mereperesentasikan keadaan sebenarnya. Mereka kemudian menulis kisah serupa pada beberapa majalah atau selebaran atau pada buku-buku tertentu dengan harapan dapat melakukan upaya tandingan terhadap apa yang terjadi pada intelektual non Muslim ketika memutuskan Islam sebagai pilihan.
Cara demikian mulai ditemukan di Indonesia pada tahun1974. Yang pertama melakukannya adalah seseorang yang bernama Kemas Abu Bakar. Pada awalnya, ia mengaku sebagai jebolan universitas Islam di Bandung dan pernah tercatat sebagai salah satu dewan juri pada penyelenggaraan MTQ tingkat Internasional. Ia berusaha menafsirkan al-qur’an berdasarkan kehendaknya semata kemudian menyebarkannya ke masyarakat dalam bentuk kaset. Tetapi setelah diadakan investigasi oleh kalangan Muslim ternyata terbukti ia melakukan kebohongan karena tidak mampu mendemonstrasikan kekmampuannya membaca al-qur’an. Karena tindakan ini ia dipenjara di Surabaya selama 8 tahun.
Di Jakarta pun kasus serupa ditemukan. Seseong bernama Yusuf Maulana mengaku murtad dari Islam dan masuk ke agama Kristen. Ia mengaku anak dari seorang dai terkenal, Qasim Nurseha. Karena pengakuan demikian, khotbah-khotbahnya di Gereja cepat beredar dengan menceritakan sebab-sebab ia memilih Kristen sebagai agamanya. Setelah dilakukan investigasi oleh kalangan Muslim terbukti bahwa ia bukanlah anak dari Qasim Nurseha, sebagaimana pengakuannya selama ini.
Setelah itu, kasus di Bandung dengan motif yag sama juga ditemukan. Ada seseorang mengaku saudara kandung dari Buya Hamka (Haji Abdul Karim Wadud Amrullah). Ia mengaku bernama Wili Abdul Wadud Karim Amrullah. Setelah pengakuannya tersebut, ia menjadi orang yang sangat terkenl di Bandung. Bahkan banyak dari kalangan kaum Muslim mulai terpropokasi dengan pengakuannya. Tetapi setelah investigasi dilakukan dengan seksama oleh kalangan Muslim terbukti ia hanya pembual layaknya pendahulu-pendahulunya.
Beberapa orang yang terhitung menyatakan diri murtad dari Islam dan beralih profesi sebagai missinaris Kristen di antaranya adalah :

• Purnama Winangun yang dijuluki sebagai haji Amos.

• Hajjah Kristina Fatimah yang disebut Tini Rustini.


• Rudi Muhammad Nurdin.

• Matius.

• Muhammad Sholihin.

6. Missi Kristen Atas Nama Bantun Kemanusiaan.

Sebenarnya hal ini merupakan cara lama yang selalu digunakan oleh missonaris untuk malakukan missinya. Cara ini dianggap cocok untuk negeri-negeri Muslim mengingat kemiskinan menjadi penomena umum di banyak Negara Muslim. Jika dipetakan secara kasar, benua afrika yang nota bene banyak berpenduduk Muslim, banyak menjadi target utama cara ini. Kelaparan yang terjadi di mana-mana akibat perang yang berkanjangan menjadi lahan subur bagi missionaries untuk menjalankan aksinya. Analisa bahwa kemiskinan menjadi penyebab utama keberhasilan missi Kristen sangatlah relevan. Apalagi jika dibuktikan dengan temuan-temuan lapangan, terutama ketika terjadi bencana alam pada level tinggi sehingga mengundang keterlibatan donor asing. Biasanya, mengalirnya dana kemanusian selalu dibarengi dengan missi sampingan yang melibatkan kepercayaan tertentu.
Cara seperti ini misalnya ditemukan di Tangerang. Yaitu sebuah pemberian beasiswa kepada 6 desa yang bertetangga dengan Lippo Karawaci, sebuah kawasan mewah di Tangerang. Sponsor utama beasiswa ini adalah Jems Riyadi, pemiliki bank Lippo. Pada ke-6 desa tersebut terdapat 26 SD dengan jumlah total siswa sebanyak kurang lebih 10.000. Semuan murid-murid tersebut diberikan beasiswa sebagai wujud bantuan kemanusiaan. Berdasarkan temuan Majalah Media Da’wah, salah satu media Islam yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan missi Kristen di Indonesi, bahwa para murid yang berada antara kelas 1 hingga kelas 3 masing-masing mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1.179.000 per tahun. Adapun murid-murid yang berada dalam bimbingan khusus mereka tentu mendapatkan lebih dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 1.539.000 per siswa per tahun. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa masyarakat miskin yang berada pad ke-6 desa tersebut merasa sangat terbantu dengan program demikian. Sekali pun, pada kenyataannya terdapat sekitar 500 lebih siswa yang aktif mengikuti berbagai kegitan di Gereja. Sementara di pihak lain, orang tua mereka tidak memiliki kemampuan untuk mencegah praktek demikian karena telah merasakan bantuan besar tersebut.
Pada lingkup lebih luas, terjadinya Tsunami di Aceh menjadi momen penting bagi kaum missionaries untuk melakukan aksi mereka.

7. Kristenisasi Dengan Menggunakan Simbol-Simbol Islam.

Metode ini merupakan cara terbaru yang dipraktekkan missonaris di Indonesia. Bahkan cara ini dilakukan secara masif dan agresif. Media yang digunakan seperti pelaksanaan ritual Kristen dengan dengan tampilan yang Islami. Misalnya perayaan natal dengan menampilkan pakaian adat betawi yang sangat kental nuansa Islamnya. Selain itu, missionaries juga melakukan penyebaran bulletin-bulletin yang mirip dengan bulletin da’wah yang memuat ayat-ayat al-qur’an disertai dengan ayat-ayat bible serta analisa yang mengunggulkan ajaran Kristen atas pandangan Islam tentang masalah-masalah tertentu. Hal lain yang juga tidak luput dari penyebaran missi denga cara ini adalah penerbitan buku-buku yang menampilkan judul-judul yang sangat bernuansa Islam.

Orang Muslim banyak tertipu dengan cara-cara sperti ini, karena ketidakmampuan mereka membedakan antara Islam sebagai aksesoris dengan ritual keagamaan yang murni Kristen. Cara ini makin membingungkan masyarakat dengan adanya terjemahan bible yang berbahasa Arab dan kajian yang dilakukan di Gereja yang mirip bentuk masjid. Sementara para peserta kajian memakai pakaian layaknya seorang santri dan para peserta membaca kitab bible berbahasa Arab layaknya orang yang sedang membaca al-qur’an dengan cara tartil.

A. Perayaan Natal dengan Tampilan Islami.

Cara seperti ini pernah dilakukan oleh pihak Kristen pada hari sabtu, 25 desember 2003. Mereka melakukan perayaan natal di Gereja ortodoks yang bernama Santovatius di Jakarta. Dalam perayaan ini mereka menampilkan peserta yang berbusana Islami mulai dari laki-laki, perempuan dan anak kecil. Bahkan acara inidissirkan secara langsung oleh salah satu televise swasta terkemuka di negeri ini dan disaksikan oleh banyak pemirsa di seluruh tanah air. Seperti yang diduga oleh pihak pelaksana sendiri, acara ini menui protes keras dari banyak pemirsa. Bahkan protes yang berbentuk ancaman dan terror sempat beredar sebagai wujud resitensi ummat Muslim di Indonesia terhadap acara-acara yang berpotensi mengancam hubungan antar ummat beragama di negeri ini. Cara-cara demikian sebenarnya tida hanya terjadi sekali dan dua kali saja. Bahkan adanya upaya pembacaan bible berbahasa Arab dengan mengikuti metode tilawatil Qur’an dengan nada tertentu juga masuk dalam kategori ini. Belum lagi tata cara ibadah yang dipereaktekkan oleh Kristen Syria dengan meniru tata cara shalat dalam Islam. Semua fenomena tersebut merupakan metode penyebaran agama yang kurang menghargai aspek toleransi yang dibangun dalam lingkup keindonesiaan dan keragaman.

B. Penyebaran buku-buku Kristen yang menyerupai tampilan buku-buku Islam.

Para penulis beserta judul-judul yang sempat beredar di tengah masyarakat adalah sebagai berikut :

1) Karangan Purnama Winangun yang dikenal dengan nama Haji Amos.

Beberapa tulisan Purnama yang ditemukan beredar di tengah masyakat adalah seperti, Upacara lbadah Haji, Ayat-ayat Al Qur’an Yang Menyelamatkan, Isa Alaihis Salam Dalam Pandangan Islam, dan Riwayat Singkat Pustaka Peninggalan Nabi Muhammad saw.

2) Karangan Danu Kholildinata yang dikenal dengan nama Amin Barkah.

Kristus dan Kristen di Dalam Al-Qur’an (Al Masih Wal Masihiyun Fil Quur’an).

3) Karangan Hamran Amri.

Allah Sudah Pilihkan Saya Kasih Buat Hidup Baru Dalam Yesus Kristus, Keilahian Yesus Kristus dan Allah Tritunggal Yang Esa, Dengan Kasih Kita Jawab, Jawaban Atas Buku Bible Qur’an dan Science, Dialog Tertulis Islam-Kristen, Surat bari Mesir, Siap Sedia Menjawab Tantangan Benteng Islam, Sebuah Memori Yang Tak Terlupakan, dll.

4) Karangan Muhammad Nurdin.

Ayat-Ayat Penting Di Dalam Al-Qur’an, Keselamatan Di Dalam Islam, Selamat Natal Menurut Al Qur’an, Kebenaran Yang Benar (As Shodiqul Mashduuq), Rahasia Allah Yang Paling Besar (Sirrullahil Akbar), Telah Kutemukan Rahasia Allah Yang Paling Besar, Ya Allah Ya Ruhul Qudus Aku Selamat Dunia dan Akhirat, Wahyu Tentang Neraka, Wahyu Keselamatan Allah, dan lain-lain.

5) Terbitan yayasan pusat Kristen Nehemia.

Kerudung Yang Dikoyak, oleh Gulshan Ester; Seorang Gadis Kristen Mempertanggungjawabkan Imannya, oleh Nita; Apakah Al Qur’an Benar-benar Wahyu Allah, oleh Ev. J. Litik; Kebenaran Firman Allah, oleh Pdt. M. Matheus; Lima Alasan Pokok Tentang Isi Al Qur’an Yang Menyebabkan Saya Beralih Dari Islam ke Kristen, oleh Ev. J. Litik; dll.

6) Cetakan yayasan Jalan Rahmat.

Sejarah Naskah Al Qur’an dan Alkitab, oleh John Gilchrist; Sulitkah Menjadi Orang Kristen, oleh Abdul Masih; Siapakah Kristus Selayaknya Menurut Anda, oleh Abdul Masih; Sudah Kutemukan, oleh Iskandar Jadeed; Benarkah Al kitab Dipalsukan, oleh Iskandar Jadeed; Injil Barnabas Suatu Kesaksian Palsu, oleh Iskandar Jadeed; Kesempurnaan Taurat dan Injil, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Supaya Dosa Diampuni, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Kita Berdoa, oleh Iskandar Jadeed; Kri stus Menurut Islam dan Kristen, oleh John Gilchrist, Benarkah Nabi Isa Disalib, oleh John Gilchrist; Allah Itu Esa di Dalam Tritunggal Yang Kudus, oleh Zachariah Butrus; Selidikilah, Anda Pasti Selamat, oleh Sultan Muhammad Paul.

7) Brosur, kaset dan kaligrafi.

Brosur-brosur sperti: Brosur Dakwah Ukhuwah, Brosur Shirathal Mustaqim, Brosur Jalan Al Rachmat, dll. Kaligrafi dan kalender tulisan Arab yang berisikan ayat-ayat Injil tentang ketuhanan Yesus. Kaset: Kaset tilawatul Injil, Dzat dan Sirat Allah (ceramah Pendeta Kemas Abubakar Mashur Yusuf Roni), Kesaksian murtadin Muhammad Imran, Kesaksian murtadin Ikhwan Luqman, Kesaksian murtadin Pdt. Akmal Sani, Kesaksian murtadin Lies Saodah, Kesaksian murt adin Haji Ahmad Maulana yang mengaku-ngaku putera KH. Kosim Nurzeha, dll.

PENGARUH KRISTENISASI DI INDONESIA.

Melihat penetrasi yang dilakukan oleh missonaris maka bisa dipastikan bahwa efek yang ditimbulkan dalam rangka perluasan dukungan dan pemeluk di Nusantara mengalami kenaikan secara signifikan dalam berbagai sektor kehidupan. Beberapa aspek yang hendak dipaparkan di sini adalah :

• Aspek Politik.

Aspek penting yang menjadi fokus utama missi Kristen pada banyak Negara Islam adalah aspek perpolitikan. Aspek ini menjadi penting mengingat beragam bentuk aturan lahir melalui mekanisme politik. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hasil Muktamar Nasional Wali Gereja di Jakarta pada tahun 1976 M. Dalam hasil keputusan muktamar tersebut tercatat : Adalah merupakan kewajiban bagi kita komunitas Kristen untuk memastikan bahwa arah perpolitikan Negara tetap mengarah dan berkiblat ke Barat, terutama kepada Amerika Serikat. Kalian harus mengetahui bahwa Golkar dan pemerintahannya berkiblat ke Amerika. Inilah alasan mengapa kita mengarahkan para pengikut Kristen agar berafiliasi kepada Golkar dan berupaya untuk memenangkannya pada setiap Pemilu. Selayaknyalah para pengikut Kristen mengetahui bahwa Golkar adalah partai Kristen. Dialah yang bertanggung jawab penuh terhadap kesuksesan missi Kristen hingga batas-batas yang kita saksikan sekarang di Indonesia. Kita juga harus terus dapat memastikan bahwa media cetak Indonesia, siaran radio, dan Televisi menyiarkan tentang hal-hal yang kontroversi seputar Islam dan menyebarkan beragam fitnah terhadap barisan kaum Muslim agar mereka terpropokasi untuk melakukan pertengkaran sesama mereka. Adu dombalah, cerai beraikan, kuasai dan aturlah mereka sedemikian rupa. Itulah strategi dan taktik kita untuk dapat menundukkan kaum Muslim di Indonesia. Kita harus memanfaatkan beragam Koran dan media lainnya yang berada di bawah kendali kita untuk menyebarkan propaganda yang dapat mengoyak kesatuan kaum Muslim di Indonesia.
Hal ini sebanarnya sangat jelas mengingat peran politik mereka sangat kuat dalam bentangan sejarah Negara Indonesia. Salah satu peran politik kaum Kristen di Indonesia adalah masalah sila pertama dalam Pancasila. Pada awal pembentukannya, bunyi sila pertama adalah ketuhanan yang Maha Esa dengan kewajiban melaksanakan syari’at Islam bagi pemeluknya. Namun karena resistensi dari warga Indonesia bagian timur yang merupakan reperesentasi agama Kristen, penghapusan kata yang mengadung kewajiban melaksanaan syari’ah bagi pemeluk agama Islam pun dihapus. Yang menjadi masalah di sini bukanlah terkait penghapusan tersebut, tetapi terkait tentang betapa jangkaun politis kaum Kristen di Indonesia memang kuat.
Di sisi lain, terelpasnya Timor Timur dari wilyah kesatuan Republik Indonesia juga berindikasi kuatnya peran politik kaum Kristen di Indonesia. Hal ini tentu tidak lepas dari peranan penting yang dimainkan oleh Uskup Belo dalam upaya penyebaran informasi subyektif tentang upaya-upaya licik ABRI untuk mengislamkan penduduk Timur Timor. Propaganda Uskup Belo tentang kondisi Kristen yang mengalami degradasi akibat upaya islamisasi yang dipelopori oleh ABRI tersebut berlangsung cukup lama. Sekali pun bukti lapangan menegaskan kondisi sebaliknya. Selama Timor Timur berada dalam wilayah NKRI pertumbuhan penduduk Kristen mengalami kenaikan secara signifikan. Hal tersebut terbukti karena sensus penduduk pada tahun 1972 menunjukkan jumlah penganut Kristen berjumlah sekitar 187.540 jiwa dari jumlah total penduduk setempat yang mencapai 674.550 jiwa. Yakni bahwa persentase mereka pada tahun 1972 adalah 27,8 %. Lalu pada tahun 1994 jumlah penganut Kristen mencapai 722.789 jiwa dari jumlah total penduduk sekitar 783.086 jiwa. Ini berarti bahwa prosentase ummat Kristen berada pada kisaran 92,3 % sementara kaum Muslim hanya berjumlah 3,1 % saja.

• Aspek Kemasyarakatan.


Dalam aspek ini, pertumbuhan jumalah kaum Kristen di Indonesia dan terjadinya penurunan persentase penganut agama Islam secara umum merupakan bukti nyata. Ada sebuah analisa yang menganggap bahwa hal tersebut terjadi sebagai akibat dari keberhasilan KB yang digencarkan oleh pemerintah terhadap masyarakat. Di sisi lain, menguatnya missionaries dalam menjalankan aktifitasnya juga ditengarai sebagai factor lain. Kedua alasan tersebut adalah sisi pandang yang dikemukakan oleh MUI dan sebagai temuan yang juga diperkuat oleh Deperetemen Agama. Berdasarkan Survey Antar Sensus (Supas) yang pernah dilakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) pada tahun 1990 ditemukan fakta bahwa ddari 200 juta jiwa penduduk Indonesia, prosentase umat Islam mencapai 87, 3 %. Sementara ummat Kristen berjumlah 9,6 % (Portestan 6 % dan Katolik 3,6 %), Hindu 1,8 %, Budha 1% dan agama lain 0,3 %.
Selain hal di atas, fenomena libur Nasional pekanan bagi semua aktifitas formal yang ditetapkan pada hari Minggu juga dianggap sebagai bagian dari pengaruh Kristen di Indonesia. Tetapi asumsi demikian dianggap berlebihan mengingat perkembangan jumlah masjid terutama di wilyah perkantoran dan di kota-kota besar di Indonesia banyak diilhami oleh kebutuhan untuk melaksanakan ibadah shalat lima waktu dan terutama shalat jum’at di tempat kerja. Jika kemudian libur nasional dikaji ulang dan disepakati pada harui jum’at, lalu karena pertimbangan yang sama kaum Kristen di Indonesia meminta permbangunan gereja di lingkungan kerja tentu juga akan menjadi permsalahan baru. Belum lagi jika kita melihat fenomena perkembagan keislaman yang kini tumbuh dengan baik di kalangan professional perkantoran yang mengandalkan sisa-sisa waktu yang ada untuk melakukan kajian keislaman pekanan dengan mendatangkan nara sumber ahli.
Tetapi jika pada kenyataannya bahwa ummat Kristen memanfaatkan media televise dalam rangka penyampaian nilai-nilai kristiani kepada pemirsa yang baisanya dilakukan pada hari Minggu mungkin sedikit memiliki relevansi. Menginagat hari minggu sebagai hari liburan biasanya dimanfaatkan oleh banyak keluarga untuk duduk di depan tv. Tetapi sebagaimana kita saksikan setelah terjadinya reformasi, tampilnya ustadz kondang, terutama KH Gymnastiar juga mengambil bentuk yang sama. Sehingga penomena demikian sesungguhnya tidaklah bisa dipandang bias hanya karena adanya kemiripan semata.

• Aspek Pendidikan.

Salah seorang missionaries pernah berkata, sebagimana dikutip oleh Kholidi dari buku Re-Thingking Mission “sekolah-sekolah yang dikelola oleh missi Kristen di seluruh Negara haruslah memiliki tujuan yang sama. Yag paling pokok adalah sekolah-sekolah haruslah berfungsi sebagai sarana utuk menciptakan pendeta-pendeta gereja. Sehingga materi-materi sekuler yang diambil dari buku-buku Barat dan diajarkan langsung oleh guru-guru dari Barat, harus membawa pola pemikiran Kristen.”

KESIMPULAN

Berdasarkan paparan di atas, kristenisasi sebagai lawan kata dari islamisasi adalah merupakan upaya untuk mengembangkan ajaran Kristen terhadap kalangan internal maupun kalangan eksternal. Dalam batasan demikian, missi Kristen dainggap tidak bermasalah karena itu merupakan perwujudan dari hak masing-masing agama untuk mengekspresikan dirinya kepada mayskarakar luas. Permasalahan terjadi ketika missi tersebut disertai dengan cara-cara yang tidak lazim, sebagaimana ditunjukkan dalam makalah, seperti pendirian gereja di kawasan yang tidak memiliki jumlah pengikut hingga jumlah tertentu, sebagimana telah disepakati bersama.
Cara-cara seperti menciderai kehormatan muslimah, bantuam kemanusian yang disertai missi terselubung, penyebaran narkoba, pelaksanaan ibadah Kristen dengan tampilan yang berwajah islami merupakan bagian dari tata cara yang berada di luar etika keagamaan yang disandang oleh masing-masing agama. Jika dirunut lebih jauh maka akar permaslahan sesungguhnya terkait denga toleransi adalah adanya pihak tertentu dari kalangan beragama yang melanggar kode etik penyiaran agama sehingga menimbulkan reaksi dari pihak lain.
Sedangkan terkait dengan pengaruh missi Kristen di Indonesia maka aspek politik memiliki sisi yang kuat di tambah dengan efek yang besar terhadap aspek pendidikan dan kemasyarakatan. Wallahu a’lam.


Sumber: http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/misi-kristen-di-indonesia.html
Keistimewaan Abu Lahab

Keistimewaan Abu Lahab

3 Comments
Semua pasti tahu siapa ABU LAHAB! Dialah salah seorang paman Nabi Muhammad SAW, yang paling getol merintangi perjuangan Nabi di dalam menyebarkan agama tauhid. Sampai-sampai Allah menceritakannya melalui Al-Qur'an dalam surat Al-Lahab.
"Celakalah kedua tangan Abu Lahab", (QS. Al-Lahab: 01). Begitulah Allah berujar.
Namun, dibalik keangkuhan, kekufuran dan laknat Allah yang diberikan paman nabi yang bernama asli Abdul Uzza ini, ada sebuah keistimewaan yang diberikan Allah kepadanya nanti di hari akhir yang tidak akan dimiliki oleh semua orang, bahkan orang yang mengaku muslim sekalipun. Keistimewaan itu berupa diberhentikannya siksa baginya dineraka dan memancarnya air segar dari jari-jari tangan Abu Lahab setiap hari senin. Apa yang menyebabkan dirinya memiliki keistimewaan ini?....
Adalah Tsuwaibah budak perempuan Abu Lahab, hari senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah, datang memberikan kabar kepada Abu Lahab tentang dilahirkannya Muhammad. Betapa gembiranya Abu Lahab mendengar kabar dilahirkannya keponakannya yang ia nantikan selama ini. Salah satu kebiasaan masyarakat Arab ketika mendapat kabar gembira ialah memberikan hadiah kepada orang yang mengabarkan. Maka, sebagai hadiah bagi Tsuwaibah, budak perempuan ini ia merdekakan seketika itu, dan memerintahkan kepada Tsuwaibah untuk mengurusi kelahiran nabi dan menyusuinya. Tsuwaibahlah yang pertama kali menyusui nabi sebelum Ibu beliau sendiri dan Halimah As-Sa'daiyah. 
Atas kegembiraan Abu Lahab atas kelahiran manusia paling sempurna, nabi terakhir, majikan seluruh nabi dan rasul, kekasih Allah; Muhammad صلى الله عليه وسلم pembawa rahmat bagi seluruh isi alam.
Bayangkan saja! Abu Lahab seorang kafir, penentang utama perjuangan nabi. Ia diberi kenikmatan sedemikian rupa oleh Allah di hari akhir nanti, lantaran kegembirannya atas kelahiran nabi pilihan. Bagaimana jika orang yang gembira akan kedatangan nabi adalah orang yang mau mengakui kerasulan beliau. Tak dapat dibayangkan nikmat yang ia terima, apalagi ia begitu cinta kepada nabi, hingga tiada Nabi Muhammad lebih ia cintai dari pada harta, anak-anak, keluarga, bahkan dirinya sendiri. Rasulullah bersabda :
لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده ، رواه البخاري ، وزاد الناس والناس أجمعين
"Tidaklah salah satu dari kalian beriman (tidak sempurna imanya) kecuali aku lebih ia cinta dari pada orang tua dan anaknya". (HR. Al-Bukhori). An-Nasa'i menambahkan "dan semua manusia".
Telah datang seorang nabi
Setelah timbulnya keputusaan dan kekosongan
Setelah berhala-berhala menjadi sesembahan
Ia datang membawa pelita terang
berkilau seperti pedang yang paling tajam
Ia menakuti kami dengan siksa
dan memberika kabar gembira akan surga
Ia ajarkan Islam
dan kepada Allah kami memuji
Ya Allah..
Engkau adalah Tuhan pencipta
Engkau maha Suci
dari anggapan Tuhan selain Engkau
Hanya bagiMu segala-galanya
Hanya kepadamu kami menyembah.
(Terjemahan bebas dari syair Hassan Bin Tsabit)
اللهم صل وسلم على سيدنا وحبيبنا وشافعنا محمد وعلى آله وصحبه

Sumber: Ceramah KH. Sholahudin Munsif & Kitab Al-Madh an-Nabawi Karya : Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki)

Sekilas Profil KH. Jauhari Zawawi

Tahun 1942, tentara Dai Nippon memasuki nusantara merebut kekuasaan dari Belanda. Kehadiran mereka yang mengaku saudara tua mendapat respon positif dari tokoh-tokoh pergerakan nasional yang sedang semangat memperjuangkan kemerdekaan. Tak lama berselang, kejahatan Nippon (Jepang) sebagai penjajah tampak kepermukaan. Orang-orang dewasa dipaksa sebagai romusha. Gadis-gadis dijadikan jugun ianfu (pemuas nafsu). Dan yang paling menyakitkan mereka mewajibkan saikere, sikap merunduk sebagai penghormatan kepada kaisar mereka yang dianggap sebagai titisan Dewa Matahari.

Sekilas Ma'had As-Sunniyyah

3 Comments


KH. Abdullah Shidiq pernah dawuh: "Santri KH. Hasyim Asy'ari itu ada yang memperoleh ilmu, ada yang memperoleh martabat kepemimpinan dan ada yang memperoleh kejadugan. Ketiga-tiganya ada pada diri KH. Djauhari Zawawi".

Itulah KH. Djauhari Zawawi, pendiri dan pengasuh PP. As-Sunniyyah Kencong Jember.
Saat ini pesantren yang terletak di desa Kencong Kecamatan Kencong Kab. Jember Propinsi Jawa Timur ini, diasuh secara kolektif oleh keempat orang putra KH. Djauhari Zawawi, yaitu : KH. A. Fahim Jauhari, KH. A. Sadid Jauhari, KH. Rosiful Aqli Jauhari, dan KH. A. Ghonim Jauhari, dibantu oleh adik KH. Djauhari Zawawi, KH. A. Madah Zawawi beserta putra tunggal beliau, KH. Khoir Zad, juga dibantu oleh Ky. M. Irsyad, Ky. Ali Rusydi dan menantu KH. A. Sadid Jauhari KH. Sholahudin Munshif alumni ma'had "Darut Tauhid" Mekah asuhan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.
Semenjak didirikan hingga kini, PP. As-Sunniyyah tetap mempertahankan gaya salaf di dalam sistim pendidikannya, apalagi semenjak kedatangan KH. Sholahudin Munshif, nuansa salaf semakin terasa. Lebih dari itu, manfaat kehadiran beliau di kencong memberikan semangat baru bagi santri untuk menimba ilmu agama sebanyak-banyaknya, juga memberikan kesadaran bagi santri putri untuk lebih menutup aurat, menjaga privasi dan membatasi hubungan dengan lelaki lain. Lihatlah, walaupun tidak banyak, ada sebagian santri rela bercadar; menutupi wajah saat di luar.
Saat kepemimpinan KH. Jauhari Zawawi, kontrol tunggal manajemen dipegang KH. Djauhari sendiri. Setelah beliau wafat pada tanggal, 11 Shafar 1415 H / 20 Juli 1995 menjelang maghrib, --seperti dijelaskan di atas-- perjalanan PP. As-Sunniyah dijalankan secara kolektif. Hal ini mengakibatkan PP. As-Sunniyyah semakin banyak warna yang menjadikan As-Sunniyyah semakin besar. Bagi sahabat yang ingin "nyanti", anda bisa memilih sesuai dengan minat dan kesukaan. Namun, dalam pendidikan diniyah klasikal, cuma ada dua, Madrasah As-Sunniyyah Putra dan Madrasah As-Sunniyyah Putri.
Walaupun masih salaf dan mengutamakan pendidikan diniyah, As-Sunniyyah mau menampung santri-santri yang ingin menempuh pendidikan formal. Ada asrma khusus di sini. Kalau mau fokus ke pendidikan diniyah itu lebih baik. Dan masalah formalitas pendidikan umum, jangan kuatir. Program wajar Dikdas 9 tahun tersedia untuk tingkat SD dan SMP. Untuk SMA ada program paket C. Untuk pendidikan Tinggi? STAIFAS (Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah) kini membuka kelas baru didalam lokasi pondok, untuk jurusan syariah. OK? (*)

Tentang Kami

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mutakhorij As-Sunniyyah, adalah situs yang dikelola oleh salah seorang Mutakhorij (Alumni) Pesantren As-Sunniyyah, Kencong Jember. Situs ini bukan situs resmi PP. Assunniyyah!.... Situs ini dibuat untuk menjalin silatur rahmi, terutama semua santri Assunniyyah. Selain itu, tujuan keberadaan situs ini adalah sebagai media Nasyr Ilmi dan da'wah Islamiyah, serta sebagai salah satu pengawal aqidah as-sunniyyah, sesuai dengan tujuan awal berdirinya Pondok Pesantren Assunniyyah oleh Al-Maghfurlah KH. Jauhari Zawawi. ditengah semakin menjamurnya situs-situs dari paham-paham yang ifrath dan tafrith.

TENTANG ASSUNNIYYAH
PP. As-Sunniyyah beralamatkan di Jl. KH, Jauhari Zawawi No. 1-3 Telp. 0336-321359, 321259, 321518. Kencong Jember Jawa Timur Indonesia.
Web atau Blog Resmi belum ada.
Pendiri : KH. Jauhari Zawawi (w. 2005)
Para Pengasuh Sekarang :
1. KH. A. Madah Zawawi (Adik kandung KH. Jauhari Z)
2. KH. A. Sadid Jauhari (Putra ke-2 KH. KH. Jauhari Z), alumni PP. Al-Anwar Sarang Rembang. Pernah Mondok di Ndalem Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki
3. KH. A. Fahim Jauhari (Putra ke-1 KH. Jauhari Z)
4. KH. A. Rosiful Aqli Jauhari (Putra ke-3 KH. Jauhari Z) Pernah Mondok di Ndalem Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki
5. KH. A. Ghonim Jauhari (Putra ke-4 KH. Jauhari Z) alumni PP. Al-Falah, Ploso dan PP. MUS Sarang Rembang
6. KH. Khoir Zad Maddah (Putra tunggal KH. A, Madah) Sekarang menjabat Rais Syuriah PCNU Kencong
7. KH. Sholahuddin Munshif (Menantu KH. A. Sadid) pernah muqin di Mekah selama 10 tahun di Darut Tauhid Al-Makkiyah, saat diasuh oleh : Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki. Beliau termasuk murid kepercayaan Sayyid.

Sayyid Ahamad Bin Sayyid Muhammad Ain Alawi Al-Maliki dan KH. Sholahuddin Munshif


TENTANG PENGELOLA BLOG
Nama : Muhammad Taufiq
Isteri : Siti Aminah
Putra-putri : Madih Muhammad, Muhibbah Azka Azkia, Ahmad Sya'iq Al-Ma'mun
Lahir di Krebet Gumukmas Jember pada tahun 1979
Menamatkan SD pada tahun 1991 lalu melanjutkan ke MTsN Jember III Wonorejo Kencong, tamat pada tahun 1994, lalu nyatri di PP. Assunniyyah Kencong. Boyong dari PP. Assunniyyah karena mau nikah pada tahun 2007.
Sekarang menetap di Gumukbanji II Kencong Jember Jember
Telp. 081515661266, 082330511911
Email: madih_muhammad@yahoo.com
mutakhorij.elsunny@gmail.com

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pondok Pesantren Assunniyyah

4 Comments
Pondok Pesantren Assunniyyah adalah sebuah pondok pesantren di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pondok Pesantren yang berada di Desa Kencong Kec. Kencong, + 45 km dari pusat kota Jember dan + 23 km dari kota Lumajang merupakan pondok pesantren yang masih mempertahankan sistem salaf dalam setiap kegiatan belajar, dalam arti lebih memprioritaskan pendidikan agama dan pendalaman kitab kuning, dengan memisah antara santri putra dan santri putri dalam ruang yang berbeda.

Sejarah
Pondok Pesantren Assunniyyah didirikan oleh KH. Djauhari Zawawi pada tahun 1942 yang bermula dari pengajian biasa. Pada tahun 1945 pesantren ini dibubarkan menyusul serangan umum tentara Belanda di wilayah Kencong. Assunniyyah kembali dihidupkan setelah Indonesia berdaulat secara penuh pada tahun 1949.

Pada awalnya Pondok Pesantren Assunniyyah adalah berupa pengajian untuk masyarakat umum yang dikelola oleh KH. Djauhari Zawawi di ndalem. Lama-kelamaan pengajian ini dikenal masyarakat hingga ke luar kabupaten Jember, maka berdatanganlah santri-santri untuk mondok di pesantren ini.

Karena semakin banyaknya santri baru dan santri lama dirasa sudah mampu untuk mengajar, maka sistem sekolah mulai dilaksanakan di pondok pesantren Assunniyyah dengan dua tingkat, yaitu ibtidaiyah dan tsanawiyah. Sepulang KH. Ahmad Sadid Jauhari pada tahun 1980 dari tanah suci setelah berguru kepada Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, Assunniyyah mendirikan madrasah Aliyah.

Sepeninggal KH. Djauhari Zawawi pada tahun 1994, kendali utama Assunniyyah dipegang oleh KH. Ahmad Sadid Jauhari, walaupun secara umum pengelolaannya dilakukan secara kolektif oleh keempat putra KH. Djauhari Zawawi dan adik beliau KH. Ahmad Maddah Zawawi.

Mengingat kebutuhan masyarakat akan legalitas ijazah formal, Assunniyyah sekitar tahun 2003 menyelenggarakan program Wajib Belajar 9 Tahun. Pada tahun 2010 program ini di upgrade ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah  (MA) dengan kurikulum Kementerian Agama (Kemenag). Di samping itu ada pula program paket C, dan pembukaan kelas untuk jurusan tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Assunniyyah (STAIFAS), di lingkungan pesantren.

Pondok Pesantren Assunniyyah disamping mengelola pesantren yang sejak awal dirintis oleh KH. Jauhari Zawawi, ia juga membawahi beberapa pesantren yang diberi hak khusus dan independen dalam pengelolaannya, namun tetap dalam satu atap madrasah, yakni Madrasah Assunniyyah. Pesantren-pesantren itu adalah sebagai berikut:

  1. PP. Ali Ba'alawi Putra-putri diasuh oleh KH. Sholahuddin Munshif jebolan PP. Al-Anwar Sarang dan pernah menjadi salah satu murid kepercayaan Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki, menantu dari KH. A. Sadid Jauhari. Pesantren yang didirikan di atas lahan milik KAI ini indentik dengan santri putranya yang berpakaian gamis putih dalam setiap kegiatan. Santri putrinya berpakaian hitam dengan bercadar. 
  2. PP. Assunniyyah Al-Jauhari dipimpin oleh KH. A. Ghonim Jauhari, putra bungsu KH. Jauhari Zawawi. Pesantren ini merupakan kelanjutan Pesantren yang berada di sekitar area ndalem KH. Jauhari Zawawi. Saat ini menampung santri putra dan putri yang diantaranya bersekolah formal di luar pesantren.
  3. PP. Nurul Islam diasuh oleh Ky Ali Rusydi, hanya menampung santri putra yang sebagian besar bersekolah formal di luar pesantren.
  4. PP. Al-Hikmah, diasuh oleh Ky. Moh. Irsyad yang pada awalnya hanya menampung santri putri yang menginginkan bersekolah formal di luar pesantren. Pada perjalanan selanjutnya pesantren ini menjadi tempat bagi santri yang menginginkan tahfidz al-Quran, baik putra maupun putri.
  5. PP. Assunniyyah II Gumukbanji. Awalnya adalah daerah F PP. Assunniyyah yang menampung santri yang sekolah formal. Terletak sekitar 1 km ke utara dari komplek PP. Assunniyyah yang diasuh oleh Al-Marhum KH. Fahim Jauhari. Sepeninggal beliau, pesantren ini sempat terbengkalai, namun saat ini mulai dihidupkan kembali.


Sistim dan Unit Pendidikan
Ada dua sistim pendidikan di Assunniyyah, yakni pendidikan madrosiyah dan pendidikan ma'hadiyah. Pendidikan madrosiyah ialah pendidikan klasikal dengan tiga tingkat; ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah. Pendidikan ma'hadiyah ialah pendidikan yang adakan tanpa berdasar kelas yang umumnya berupa pengajian kitab kuning, baik yang dibaca oleh para ustadz atau oleh pengasuh. Secara keseluruhan unit Pendidikan Assunniyyah adalah :
  • Madrasah Ibtidaiyah (3 tahun)
  • Madrasah Tsanawiyah (3 tahun)
  • Madrasah Aliyah (3 tahun)
  • Pendidikan Takhasus (2 tahun)
  • Pendidikan Takhashus
  • Badan Musyawarah Waqi'iyah (BMW)
  • Tahriri bahtsul Masa'ail
  • dan Pengajian-pengajian umum ala ahlussunnah wal jamaah.
Untuk bidang keterampilan di Assunniyyah disediakan kursus-kursus, seperti komputer, pertukangan, tata busana dan tata rias.

Pengiriman Guru Tugas
Untuk membantu masyarakat dan sebagai upaya dakwah, Assunniyyah secara rutin mengirim guru tugas terutama yang telah menjalani pendidikan di madrasah aliyah, ke tempat-tempat yang ditentukan. Saat ini guru tugas dari Assuniyyah terdapat di Samarinda, Balik Papan, Kutai, Tenggarong, Tambarangan, Riau, Cilacap, Kulon Progo, Sragen, Melaya, Singaraja dan beberapa kabupaten di Jawa Timur.

Fasilitas
Kompleks pondok pada umumnya terdiri dari musholla induk, aula, gedung dua lantai, gedung perkantoran, perkantoran dan gedung madrasah.Terdapat juga:
  • Asrama santri
  • Laboratorium Komputer 
  • Area Internet dan Hotspot
  • Perpustakaan Multimedia
  • Poliklinik
  • Pusat MCK
  • RSI 
  • Koperasi

Biaya dan sumber dana
Biaya pendidikan bagi siswa di Assunniyyah sebesar Rp. 225.000 per bulan, mencakup semua biaya pendidikan baik formal dan diniyah, biaya asrama, pembangunan, kesejahteraan dan biaya makan (3 kali sehari).
  • Ustadz dan pengasuh pondok tidak pernah digaji
  • Manajemen pesantren dilakukan secara swadana dan swakelola
  • Sumber pendanaan berasal dari santri dan pengembangannya dikelola dalam beberapa unit usaha untuk mendanai pendidikan, pengajaran, dan pengasuhan.
  • Seluruh pengelola adalah keluarga besar pondok yang terdiri dari para santri dan ustadz.
Media Assunniyyah

  • Radio Dakwah Assunniyyah FM 94.1 MHz
  • Buletin Al-Ittihad terbit 4 bulan sekali, dikelola oleh anggota Pendidikan Tahasus putra
  • Buletin Insani terbit 6 bulan sekali, dikelola oleh Himpunan Santri Assunniyyah Putri (HISPI)

Organisasi Santri

  • HIMSAS (Himpunan Santri Assunniyyah) adalah organisasi semacam OSIS di Madrasah Assunniyyah Putra
  • HISPI (Himpunan Santri Assunniyyah Putri) adalah organisasi semacam OSIS di Madrasah Assunniyyah Putri
  • ALMAS (Alumni Ma'had Assunniyyah), organisasi Alumni PP. Assunniyyah
  • JASAJ (Jam'iyah Santri Jember), organisasi komunitas santri dan alumni yang berasal dari Jember
  • IKPL (Ikatan Keluarga Pesantren Lumajang), organisasi komunitas santri dan alumni yang berasal dari Lumajang
  • FORSSAAP (Forum Sillaturrahmi Santri dan Alumni Assunniyyah Probolinggo), organisasi komunitas santri dan alumni asal Probolinggo
  • IKSBB (Ikatan Keluarga Santri Banyuwangi Bali), organisasi komunitas santri dan alumni yang berasal dari Banyuwangi dan Bali
  • GASAK (Gabungan Santri Kulonan), organisasi komunitas santri dan alumni yang berasal dari wilayah barat Indonesia

Contact

  • Alamat: Jl. KH. Jauhari Zawawi 1-3 Kencong Jember 68167 Jawa Timur
  • Telepon: 0336-321359, 321518, 321259
  • Fax: 0336-322279
  • E-mail: ...
  • Website: ....


Lain-lain
  • Para santri dilarang menonton TV, mendengarkan Radio, membawa HP, merokok, keluar lokasi pesantren tanpa dan dan larangan-larangan lain sesuai dengan qanun yang berlaku.
  • Santri madrasah wajib hafal awamil, syabrowi, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah dan Jauharul Maknun.
  • Assunniiyyah juga memberikan kesempatan kepada santri untuk tahfidz al-Qur'an