Pondok Pesantren Assunniyyah

Pondok Pesantren Assunniyyah adalah sebuah pondok pesantren di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pondok Pesantren yang berada di Desa Kencong Kec. Kencong, + 45 km dari pusat kota Jember dan + 23 km dari kota Lumajang merupakan pondok pesantren yang masih mempertahankan sistem salaf dalam setiap kegiatan belajar, dalam arti lebih memprioritaskan pendidikan agama dan pendalaman kitab kuning, dengan memisah antara santri putra dan santri putri dalam ruang yang berbeda.

Sejarah
Pondok Pesantren Assunniyyah didirikan oleh KH. Djauhari Zawawi pada tahun 1942 yang bermula dari pengajian biasa. Pada tahun 1945 pesantren ini dibubarkan menyusul serangan umum tentara Belanda di wilayah Kencong. Assunniyyah kembali dihidupkan setelah Indonesia berdaulat secara penuh pada tahun 1949.

Pada awalnya Pondok Pesantren Assunniyyah adalah berupa pengajian untuk masyarakat umum yang dikelola oleh KH. Djauhari Zawawi di ndalem. Lama-kelamaan pengajian ini dikenal masyarakat hingga ke luar kabupaten Jember, maka berdatanganlah santri-santri untuk mondok di pesantren ini.

Karena semakin banyaknya santri baru dan santri lama dirasa sudah mampu untuk mengajar, maka sistem sekolah mulai dilaksanakan di pondok pesantren Assunniyyah dengan dua tingkat, yaitu ibtidaiyah dan tsanawiyah. Sepulang KH. Ahmad Sadid Jauhari pada tahun 1980 dari tanah suci setelah berguru kepada Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, Assunniyyah mendirikan madrasah Aliyah.

Sepeninggal KH. Djauhari Zawawi pada tahun 1994, kendali utama Assunniyyah dipegang oleh KH. Ahmad Sadid Jauhari, walaupun secara umum pengelolaannya dilakukan secara kolektif oleh keempat putra KH. Djauhari Zawawi dan adik beliau KH. Ahmad Maddah Zawawi.

Mengingat kebutuhan masyarakat akan legalitas ijazah formal, Assunniyyah sekitar tahun 2003 menyelenggarakan program Wajib Belajar 9 Tahun. Pada tahun 2010 program ini di upgrade ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah  (MA) dengan kurikulum Kementerian Agama (Kemenag). Di samping itu ada pula program paket C, dan pembukaan kelas untuk jurusan tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Assunniyyah (STAIFAS), di lingkungan pesantren.

Pondok Pesantren Assunniyyah disamping mengelola pesantren yang sejak awal dirintis oleh KH. Jauhari Zawawi, ia juga membawahi beberapa pesantren yang diberi hak khusus dan independen dalam pengelolaannya, namun tetap dalam satu atap madrasah, yakni Madrasah Assunniyyah. Pesantren-pesantren itu adalah sebagai berikut:

  1. PP. Ali Ba'alawi Putra-putri diasuh oleh KH. Sholahuddin Munshif jebolan PP. Al-Anwar Sarang dan pernah menjadi salah satu murid kepercayaan Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki, menantu dari KH. A. Sadid Jauhari. Pesantren yang didirikan di atas lahan milik KAI ini indentik dengan santri putranya yang berpakaian gamis putih dalam setiap kegiatan. Santri putrinya berpakaian hitam dengan bercadar. 
  2. PP. Assunniyyah Al-Jauhari dipimpin oleh KH. A. Ghonim Jauhari, putra bungsu KH. Jauhari Zawawi. Pesantren ini merupakan kelanjutan Pesantren yang berada di sekitar area ndalem KH. Jauhari Zawawi. Saat ini menampung santri putra dan putri yang diantaranya bersekolah formal di luar pesantren.
  3. PP. Nurul Islam diasuh oleh Ky Ali Rusydi, hanya menampung santri putra yang sebagian besar bersekolah formal di luar pesantren.
  4. PP. Al-Hikmah, diasuh oleh Ky. Moh. Irsyad yang pada awalnya hanya menampung santri putri yang menginginkan bersekolah formal di luar pesantren. Pada perjalanan selanjutnya pesantren ini menjadi tempat bagi santri yang menginginkan tahfidz al-Quran, baik putra maupun putri.
  5. PP. Assunniyyah II Gumukbanji. Awalnya adalah daerah F PP. Assunniyyah yang menampung santri yang sekolah formal. Terletak sekitar 1 km ke utara dari komplek PP. Assunniyyah yang diasuh oleh Al-Marhum KH. Fahim Jauhari. Sepeninggal beliau, pesantren ini sempat terbengkalai, namun saat ini mulai dihidupkan kembali.


Sistim dan Unit Pendidikan
Ada dua sistim pendidikan di Assunniyyah, yakni pendidikan madrosiyah dan pendidikan ma'hadiyah. Pendidikan madrosiyah ialah pendidikan klasikal dengan tiga tingkat; ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah. Pendidikan ma'hadiyah ialah pendidikan yang adakan tanpa berdasar kelas yang umumnya berupa pengajian kitab kuning, baik yang dibaca oleh para ustadz atau oleh pengasuh. Secara keseluruhan unit Pendidikan Assunniyyah adalah :
  • Madrasah Ibtidaiyah (3 tahun)
  • Madrasah Tsanawiyah (3 tahun)
  • Madrasah Aliyah (3 tahun)
  • Pendidikan Takhasus (2 tahun)
  • Pendidikan Takhashus
  • Badan Musyawarah Waqi'iyah (BMW)
  • Tahriri bahtsul Masa'ail
  • dan Pengajian-pengajian umum ala ahlussunnah wal jamaah.
Untuk bidang keterampilan di Assunniyyah disediakan kursus-kursus, seperti komputer, pertukangan, tata busana dan tata rias.

Pengiriman Guru Tugas
Untuk membantu masyarakat dan sebagai upaya dakwah, Assunniyyah secara rutin mengirim guru tugas terutama yang telah menjalani pendidikan di madrasah aliyah, ke tempat-tempat yang ditentukan. Saat ini guru tugas dari Assuniyyah terdapat di Samarinda, Balik Papan, Kutai, Tenggarong, Tambarangan, Riau, Cilacap, Kulon Progo, Sragen, Melaya, Singaraja dan beberapa kabupaten di Jawa Timur.

Fasilitas
Kompleks pondok pada umumnya terdiri dari musholla induk, aula, gedung dua lantai, gedung perkantoran, perkantoran dan gedung madrasah.Terdapat juga:
  • Asrama santri
  • Laboratorium Komputer 
  • Area Internet dan Hotspot
  • Perpustakaan Multimedia
  • Poliklinik
  • Pusat MCK
  • RSI 
  • Koperasi

Biaya dan sumber dana
Biaya pendidikan bagi siswa di Assunniyyah sebesar Rp. 225.000 per bulan, mencakup semua biaya pendidikan baik formal dan diniyah, biaya asrama, pembangunan, kesejahteraan dan biaya makan (3 kali sehari).
  • Ustadz dan pengasuh pondok tidak pernah digaji
  • Manajemen pesantren dilakukan secara swadana dan swakelola
  • Sumber pendanaan berasal dari santri dan pengembangannya dikelola dalam beberapa unit usaha untuk mendanai pendidikan, pengajaran, dan pengasuhan.
  • Seluruh pengelola adalah keluarga besar pondok yang terdiri dari para santri dan ustadz.
Media Assunniyyah

  • Radio Dakwah Assunniyyah FM 94.1 MHz
  • Buletin Al-Ittihad terbit 4 bulan sekali, dikelola oleh anggota Pendidikan Tahasus putra
  • Buletin Insani terbit 6 bulan sekali, dikelola oleh Himpunan Santri Assunniyyah Putri (HISPI)

Organisasi Santri

  • HIMSAS (Himpunan Santri Assunniyyah) adalah organisasi semacam OSIS di Madrasah Assunniyyah Putra
  • HISPI (Himpunan Santri Assunniyyah Putri) adalah organisasi semacam OSIS di Madrasah Assunniyyah Putri
  • ALMAS (Alumni Ma'had Assunniyyah), organisasi Alumni PP. Assunniyyah
  • JASAJ (Jam'iyah Santri Jember), organisasi komunitas santri dan alumni yang berasal dari Jember
  • IKPL (Ikatan Keluarga Pesantren Lumajang), organisasi komunitas santri dan alumni yang berasal dari Lumajang
  • FORSSAAP (Forum Sillaturrahmi Santri dan Alumni Assunniyyah Probolinggo), organisasi komunitas santri dan alumni asal Probolinggo
  • IKSBB (Ikatan Keluarga Santri Banyuwangi Bali), organisasi komunitas santri dan alumni yang berasal dari Banyuwangi dan Bali
  • GASAK (Gabungan Santri Kulonan), organisasi komunitas santri dan alumni yang berasal dari wilayah barat Indonesia

Contact

  • Alamat: Jl. KH. Jauhari Zawawi 1-3 Kencong Jember 68167 Jawa Timur
  • Telepon: 0336-321359, 321518, 321259
  • Fax: 0336-322279
  • E-mail: ...
  • Website: ....


Lain-lain
  • Para santri dilarang menonton TV, mendengarkan Radio, membawa HP, merokok, keluar lokasi pesantren tanpa dan dan larangan-larangan lain sesuai dengan qanun yang berlaku.
  • Santri madrasah wajib hafal awamil, syabrowi, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah dan Jauharul Maknun.
  • Assunniiyyah juga memberikan kesempatan kepada santri untuk tahfidz al-Qur'an

Related

Seputar As-Sunniyyah 5784768112960424010

Poskan Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item