Ijazah Al Habib Abdur-Rohman bin Ali Masyhur bin Hafidh bin Abu Bakar

Tanggal 24 April 2011 lalu, Pondok Pesantren Assunniyyah kedatangan tamu istimewa, yakni Al-Habib Abdur-Rohman bin Ali Masyhur bin Hafi...

Tanggal 24 April 2011 lalu, Pondok Pesantren Assunniyyah kedatangan tamu istimewa, yakni Al-Habib Abdur-Rohman bin Ali Masyhur bin Hafidh bin Abu Bakar, pengasuh Rubat Darus Shafa, Sanaa, Yaman, far'u (cabang) Rubat Darul Musthafa, Hadramaut, Tareem Yaman. Dalam muhadlarah ilmiyah dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Habib Alwi bin Abu Bakar Al-Muhdhar, Al-Habib menjelaskan tentang keutamaan (fadlihah) mencari ilmu, berikut adab-adab yang harus dimiliki oleh seorang pencari ilmu agama agar mendapatkan ilmu yang banyak, manfaat dan barokah.

Beliau menyatakan bahwa sebuah pondok pesantren termasuk PP. Assunniyyah dibangun di atas ketaqwaan, sebagai upaya tajdid (pembaharuan) bagi umat Islam, sehingga Islam tetap eksis di tengah-tengah berputarnya roda zaman. Hal ini merupakan bukti dari sabda Rasulullah:

أمتي كالمطر، يجعل الله في أوله خير وفي آخره خير

"Umatku bagaikan hujan. Allah menjadikan awalnya baik dan diakhirnya baik".

Mencari ilmu agama hukumnya wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan. Mencari ilmu agama juga merupakan jalan menuju kebaikan dunia akhirat, sesuai dengan sabda Rasulullah: "Barang siapa dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah memahamkannya tentang agama".

Diantara adab-adab mencari ilmu ialah harus adanya hamm (kehendak kuat) dan himmah (cita-cita) dalam dada seorang pencari ilmu, dimana keduanya diibaratkan sebagai kedua sayap bagi burung. disamping itu ketaqwaan dan sifat sabar juga harus dimiliki. Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi mengatakan :

وفي طلب العلم الشريـف توجــــهوا ** بجــد وتشميــــر وتــرك لمعتـــدي
ففــي العلــم نور للفـــؤاد وبهجــــة ** وميراده للعقـــــل أحســن ميرادي
بــه يعـــرف الإنسان حـــق إلهـــــه ** ويهدي به الغاوي ويروي به الصادي
وإن شئتـــم أن تحفظـــوا ما علمتم ** فـــــذلك بتكريـــر درس وتـــردادي

Para shahibul ilmu (orang yang berilmu) mendapat derajat tinggi disisi Allah, seperti yang Dia firmankan dalam Al-Quran. Ibnu Abbas mengatakan bahwa derajat shahibul ilmi dibanding yang lain selisih 500 derajat, dan satu derajat sejauh perjalanan kaki selama 500 tahun. 

Ketika Al Habib bertanya kepada KH. Ahmad Sadid Jauhari, salah satu pengasuh PP. Assunniyyah tentang program tahfidz al-Quran di PP. Assunniyyah, beliau memberikan ijazah agar seseorang mampu menghafalkan dengan cepat dan tidak mudah lupa. Ijazah tersebut ialah membaca surat Al-A'la. Untuk ayat:

سنقرؤك فلا تنسى

dibaca tujuh (7) kali. menenut beliau ijazah ini Mujarrab (terbukti khasiatnya).

Ijazah lain yang fungsinya sama ialah membaca : 

 إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآَيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ، وَفِي خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِنْ دَابَّةٍ آَيَاتٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ ،  وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ رِزْقٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ آَيَاتٌ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Kedua ijazah ini diamalkan sebelum dan sesudah tidur, siang atau malam.

Related

Slider 8671611048948435297

Follow Us

Facebook

Terbaru

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item