Sayyid Ahmad Zaini Dahlan

Menurut riwayat, Sayyid Ahmad Zaini Dahlan lahir di Makkah pada 1232H /1816M. Selesai menimba ilmu di kota kelahirannya, ia lantas ...

Menurut riwayat, Sayyid Ahmad Zaini Dahlan lahir di Makkah pada 1232H /1816M. Selesai menimba ilmu di kota kelahirannya, ia lantas dilantik menjadi mufti Mazhab Syafi`i, merangkap “Syeikhul Harom” suatu pangkat ulama tertinggi saat itu yang mengajar di Masjidil Harom yang diangkat oleh Syeikhul Islam yang berkedudukan di Istanbul, Turki.

Ulama besar inilah yang telah memberi perlindungan kepada Syaikh Rahmatullah bin Kholilurrohman al-Kironawi al-Hindi al-Utsmani (lahir 1226H /1811M, riwayat lain lahir Jumadil Awwal 1233H /9 Maret 1818M, wafat malam Jum`at, 22 Ramadan 1308H /2 Mei 1891M) ketika diburu oleh penjajah Inggris, bahkan beliau memperkenalkannya kepada pemerintah Makkah. Sehingga Syeikh Rahmatullah mendapat izin untuk membuka Madrasah Shoulatiyah.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan adalah merupakan seorang Syeikhul Islam, Mufti Haromain dan Pembela Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Berasal dari keturunan yang mulia, ahlu bait Rosulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-. Silsilah beliau bersambung kepada Sayyiduna Hasan, cucu kesayangan Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-, berdasarkan kitab Taajul-Araas, juz 2, halaman 702 karya al-Imam al-Allaamah al-Bahr al-Fahhamah al-Habib Ali bin Husain bin Muhammad bin Husain bin Ja`far al-Aththos

Para ulama banyak memberikan gelar kepada beliau antara lain sebagai al-Imam al-Ajal, Bahrul Akmal (Lautan Kesempurnaan), Faridu 'Ashrihi wa Aawaanihi (Ketunggalan masa dan waktunya), Syaikhul-Ilm wa Haamilu liwaaihi (Syaikh Ilmu dan Pembawa benderanya) Hafidzu Haditsin Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-Kawakibu Sama-ihi (Penghafal Hadits Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- dan Bintang-bintang langitnya ), Ka'batul Muriidin wa Murabbis Saalikiin ( Tumpuan para murid dan Pendidik para salik ), dan lain-lain.

Inilah orang yang difitnah dan dituduh oleh gembong-gombong Wahhabi sebagai tukang fitnah yang memburuk-burukkan Ibnu Abdul Wahhab an-Najdi dan Wahhabi. Ketahuilah bahwa diantara yang pertama kali memfitnah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan -rahimahullah- adalah Rasyid Ridha murid Syekh Muhammad Abduh pengarang "Tafsir al-Manar" yang menjadi rujukan kaum Wahhabi. Tujuan mereka memfitnah Sayyid Ahmad adalah untuk memusnahkan ilmu dan pengetahuan yang sebenarnya, agar kebatilan mereka diterima. Sesungguhnya Sayyid Ahmad bersih dari tuduhan musuh-musuhnya tersebut, beliau adalah ulama yang tsiqah (yang bisa dipercaya ).

Sayyid Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi dalam "Nafahatur Rohman" antara lain menulis:- "Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan -rahimahullah- hafal al-Qur`an dengan baik dan menguasai 7 cara bacaan Qur`an (qiroatus sab`ah). Beliau juga hafal kitab "asy-Syaathibiyyah" dan "al-Jazariyyah", dua kitab yang sangat bermanfaat bagi pelajar yang hendak mempelajari qiroah sab`ah. Karena cinta dan perhatiannya pada al-Qur`an, beliau memerintahkan sejumlah qori untuk mengajar ilmu ini, beliau kawatir ilmu ini akan hilang jika tidak diajarkan terus."

Mudah-mudahan Allah SWT merahmati dan meridhoi Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dan murid-muridnya Amin.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan al-Hasany kembali ke rahmatullah pada tahun 1304 H /1886 M setelah menghabiskan usianya di jalan Allah berkhidmat untuk agamaNya. Beliau di maqamkan di Madinah al-Munawwarah. Sesungguhnya amat besar jasa ulama ini dalam mempertahankan pegangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Related

Biografi Shalihin 7590676831658342529

Posting Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item