Masjid Agung Moskow & Jejak Soekarno

Umat Muslim Rusia, Rabu (23/9), memperoleh hadiah berupa peresmian masjid terbesar di Rusia, Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Sobor...


Umat Muslim Rusia, Rabu (23/9), memperoleh hadiah berupa peresmian masjid terbesar di Rusia, Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet oleh Presiden Vladimir Putin.

Dalam keterangan pers KBRI Moskow, acara peresmian yang disiarkan langsung TV setempat. Indonesia diwakili Duta Besar RI Djauhari Oratmangun.

Hadir dalam peresmian masjid itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dalam pidato pembukaan, Presiden Putin mengucapkan selamat kepada seluruh umat Muslim Rusia atas pembukaan masjid yang telah lama direkonstruksi.

Putin menyatakan keyakinan masjid tersebut akan menjadi pusat kerohanian penting dan menjadi sumber penyebarluasan ide-ide humaniter.

"Setulusnya saya ucapkan selamat atas pembukaan Masjid Agung Moskow. Ini merupakan peristiwa penting bagi umat Muslim Rusia," kata Putin.

Ia menyebut masjid itu merupakan salah satu masjid tertua di Moskow dan setelah direkonstruksi menjadi salah satu yang terbesar di Eropa dengan penampilan yang sangat modern dan menjadi kebanggaan bangsa Rusia yang multietnis dan multiagama.

"Islam sesuai hukum Rusia merupakan salah satu agama tradisional di Rusia," ujar Putin.

Dubes RI Djauhari Oratmangun merasa terharu sekaligus bangga ketika sebagai bagian dari seremoni acara pembukaan, panitia memutar film dokumenter sejarah masjid yang antara lain menayangkan kunjungan Presiden Soekarno ke masjid itu pada 1959.

"Semua hadirin termasuk Presiden Putin juga menyaksikan tayangan tersebut. Hal ini membuktikan jejak-jejak Presiden Soekarno ternyata masih ada dan dihargai di sini," ujar Dubes Djauhari.

Umat Muslim Rusia, Rabu (23/9), memperoleh hadiah berupa peresmian masjid terbesar di Rusia, Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet oleh Presiden Vladimir Putin.

Dalam keterangan pers KBRI Moskow, acara peresmian yang disiarkan langsung TV setempat. Indonesia diwakili Duta Besar RI Djauhari Oratmangun.

Hadir dalam peresmian masjid itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dalam pidato pembukaan, Presiden Putin mengucapkan selamat kepada seluruh umat Muslim Rusia atas pembukaan masjid yang telah lama direkonstruksi.

Putin menyatakan keyakinan masjid tersebut akan menjadi pusat kerohanian penting dan menjadi sumber penyebarluasan ide-ide humaniter.

"Setulusnya saya ucapkan selamat atas pembukaan Masjid Agung Moskow. Ini merupakan peristiwa penting bagi umat Muslim Rusia," kata Putin.

Ia menyebut masjid itu merupakan salah satu masjid tertua di Moskow dan setelah direkonstruksi menjadi salah satu yang terbesar di Eropa dengan penampilan yang sangat modern dan menjadi kebanggaan bangsa Rusia yang multietnis dan multiagama.

"Islam sesuai hukum Rusia merupakan salah satu agama tradisional di Rusia," ujar Putin.

Dubes RI Djauhari Oratmangun merasa terharu sekaligus bangga ketika sebagai bagian dari seremoni acara pembukaan, panitia memutar film dokumenter sejarah masjid yang antara lain menayangkan kunjungan Presiden Soekarno ke masjid itu pada 1959.

"Semua hadirin termasuk Presiden Putin juga menyaksikan tayangan tersebut. Hal ini membuktikan jejak-jejak Presiden Soekarno ternyata masih ada dan dihargai di sini," ujar Dubes Djauhari.

Mampu Tampung 10 Ribu Jamaah
Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet merupakan masjid terbesar di Rusia. Dalam keterangan pers KBRI Moskow, Rabu (23/9), masjid berusia 111 tahun itu direkonstruksi menjadi salah satu masjid paling modern di Eropa.

Masjid dengan kubah setinggi 46 meter dan menara 72 meter tersebut pada bagian tengah memiliki kubah berlapis emas dengan bingkai ukiran ayat-ayat Alquran.

Masjid dilengkapi tujuh lift, pendingin udara, dan fasilitas bagi penyandang cacat. Setelah direstorasi, masjid yang didirikan pada 1904 dan direstorasi mulai 2005, kini memiliki luas 19 ribu meter persegi dan dapat menampung 10 ribu jamaah.

Biaya renovasi masjid Agung Moskow sekitar 170 juta dolar AS. Masjid dibiayai sepenuhnya oleh donatur anggota Dewan Federasi dari Dagestan Suleiman Kerimov yang menyumbangkan lebih dari 100 juta dolar AS.

Selain itu juga bantuan dari Turki berupa mimbar dan mihrab, sumbangan dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebesar 25 ribu dolar AS atas nama anak-anak Palestina, dan juga sumbangan umat dari berbagai agama. 

Dari Berbagai Sumber

Related

Lintas Berita 7970026639555159328

Poskan Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Langganan Via Email

Statistik Blog

item