Dihyah Al-Kalbi; Sahabat Nabi Tertampan (1)


Pada jaman nabi Yusuf alaihissalam, sekelompok wanita diundang oleh Zulaikha ke rumahnya. Undangan tersebut lakukan karena dia kesal kepada mereka yang selalu menyudutkan dirinya, setelah kejadian dimana ia merayu nabi Yusuf untuk melakukan perbuatan zina. Zulaikha yang saat itu menjadi isteri seorang pejabat kerajaan Mesir memberikan sebuah apel dan sebuah pisau untuk masing-masing wanita yang diundangnya itu. Dia meminta para wanita itu menyantap apel itu dengan mengirisnya dengan pisau. Saat itulah, nabi Yusuf keluar setelah diperitah Zulaikha, berjalan di hadapan para wanita itu. Melihat ketampanan nabi Yusuf, para wanita itu tanpa sadar mengiris tangan-tangan mereka sendiri sambil berkata “Dia bukan manusia. Tetapi ia adalah malaikat yang mulia”.

Di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ada seorang sahabat bernama Dihyah bin Khalifah bin Farwah bin Fadlalah al-Kalby yang terkenal dengan ketampanannya, meskipun ketampanan yang dimilikinya itu masih kalah dengan ketampanan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ketampanannya itu membuat malaikat jibril terkadang mengubah bentuk menyerupai dirinya ketika hendak bertemu dengan Rasulullah.

Seorang lelaku berkata kepada Awanah bin Al-Hakam: “Manusia yang paling tampan adalah Jarir bin Abdullah Al-Bajali. Awanah berkata: “Tidak, tetapi manusia yang paling tampan adalah seorang lelaki, dimana malaikat Jibril terkadang turun ke bumi menyerupai dirinya”.

Ummu Salamah menceritakan, setelah Rasulullah berbicara dengan seorang lelaki tampan, beliau bertanya: “Wahai Ummu Salamah! Siapakah lelaki ini?”.

Ummu Salamah menjawab: “Dia adalah Dihyah al-Kalbi”.

Ia tidak tahu bahwa lelaki itu adalah malaikan Jibril, sampai Rasulullah menceritakannya kepada para sahabat.

Karena ketampanannya pula, banyak para wanita tergiur, hingga wanita yang sedang hamil ketika memandangnya akan melahirkan sebelum waktunya.

Abil Wa’il mengatakan: “Dihyah menyerupai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Urwah bin Mas’ud menyerupai nabi Isa bin Maryam dan Abdul Uzza ibnu Qathan menyerupai Dajjal”.

Dihyah atau juga disebut Dahyah radliyallahu anhu masuk Islam sebelum terjadinya perang Badar, meski ia tidak mengikutinya. Peperangan pertama yang ia ikuti adalah perang Khandaq. Riwayat lain mengatakan perang yang diikutinya pertama kali adalah perang Uhud. Isterinya adalah Darrah binti Abi Lahab paman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Dalam perang Khandaq, di saat kaum Quraisy kembali ke Mekah dengan membawa kekalahan dan kerugian, saat fajar subuh telah menyingsing, Rasulullah kembali ke Madinah. Kaum muslimin pun meletakkan persenjataan mereka. Ketika waktu dzuhur tiba, malaikat Jibril datang kepada Rasulullah dan berkata: “Adakah engkau meletakkan persenjataanmu wahai Rasulallah?”.

Rasulullah menjawab: “Ya!”.

Malaikat Jibril berkata: “Para malaikat tidak akan meletakkan persenjataan mereka dan mereka tidak akan kembali sekarang, kecuali untuk mencari sekelompok kaum. Sesungguhnya Allah memberikan perintah kepadamu untuk melakukan perjalanan menuju Bani Quraidhah. Dan saya hendak menuju kepada mereka”.

Kemudian Rasulullah menyuruh seseorang untuk memberikan pengumuman kepada kaum muslimin. Isi pengumuman itu adalah: “Sesungguhnya orang yang mendengar dan taat, maka hendaknya ia tidak melakukan shalat kecuali di perkampungan Bani Quraidhah”.

Saat menuju perkampungan Yahudi Bani Quraidhah, Rasulullah shallallahu alahi wa sallam bersabda: “Adakah seseorang yang kalian temui dalam perjalanan?”.

Sahabat menjawab: “Kami bertemu Dahyah al-Kalbiy menunggang keledai putih dengan pelana sutera”.

Rasulullah bersabda: “Dia adalah Jibril. Ia diutus menuju Babi Quraidhah untuk menggoncangkan benteng-benteng mereka, dan memberikan rasa takut dalam hati mereka.


BERSAMBUNG

Related

Sirah Nabawiyah 4841614631205039231

Posting Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Langganan Via Email

Statistik Blog

item