Dapatkan Surga Dunia!

Isteri Shalihah! Dambaan. Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadits marfu' dari Abu Umamah RA : مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى ...

Isteri Shalihah! Dambaan.
Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadits marfu' dari Abu Umamah RA :

مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ ، إنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ ، وَإِنْ نَظَرَ إلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ ، وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ [رواه ابن ماجه]
“Tidak ada keuntungan orang mukmin setelah taqwa kepada Allah yang lebih baik baginya dibanding isteri shalihah. Jika disuruh ia patuh, jika dilihat, menggembirakan, jika diberi bagian ia menerimanya dengan baik, dan jika ditinggal pergi ia tetap memurnikan cintanya untuk sang suami dalam menjaga dirinya dan harta suaminya”. (HR. Ibnu Majah)
Ath-Thabrani dalam "al-Kabir" dan Al-Awsath" meriwayatkan sabda Rasulullah SAW dari Ibnu Abbas RA
:
أَرْبَعٌ مَنْ أُعْطِيَهُنَّ فَقَدْ أُعْطِيَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ قَلْبًا شَاكِرًا , وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَبَدَنًا عَلَى الْبَلَاءِ صَابِرًا , وَزَوْجَةً لَا تَبْغِيهِ حُوبًا فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ
"Ada empat perkara, jika seseorang diberinya, berarti ia telah diberi kebaikan dunia dan akhirat, yaitu: hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, badan yang sabar akan musibah, dan isteri yang tidak durhaka, berbuat dosa dalam dirinya dan harta suaminya".
Dalam Shahih Muslim dari Abdillah bin Amr bin 'Ash RA, Rasulullah SAW bersabda:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah".
Dari Muhammad bin Sa'd bin Abi Waqash dari ayahnya, Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثٌ مِنْ السَّعَادَةِ : الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ تَرَاهَا تُعْجِبُك , وَتَغِيبُ فَتَأْمَنُهَا عَلَى نَفْسِهَا وَمَالِك , إلى قوله : وَثَلَاثٌ مِنْ الشَّقَاءِ : الْمَرْأَةُ تَرَاهَا فَتَسُوءك وَتَحْمِلُ لِسَانَهَا عَلَيْك , وَإِنْ غِبْت لَمْ تَأْمَنْهَا عَلَى نَفْسِهَا وَمَالِك . الحديث [وراه الحاكم]
"Ada tiga perkara yang mendatangkan keberuntungan yaitu: wanita shalihah yang jika kau pandang menyenangkanmu, jika kau tinggal ia menjaga diri dan menjaga hartamu. Dst. Dan ada tiga perkara yang mendatangkan kesengsaraan, yaitu wanita yang jika kau pandang menyakitimu dan membebankan lisannya padamu, dan jika kau tinggal, ia tidak menjaga dirinya dan hartamu dst". (HR. Hakim)
Berdasar hadits ini para ulama mutaqaddimin mengatakan bahwa salah satu tiga hal yang dapat membuat umur bertambah ialah wanita yang taat. Makna bertambahnya umur ialah orang yang memiliki isteri yang taat akan hidup dalam kebahagiaan dan penuh barokah.

Ciri-ciri wanita Shalihah
Syeikh Muhammad bin Ahmad As-Safarayini Al-Hanbali berkata :

قَصِيرَةُ أَلْفَاظٍ قَصِيرَةُ بَيْتِهَا  *  قَصِيرَةُ طَرْفِ الْعَيْنِ عَنْ كُلِّ أَبْعَدِ
Ciri-ciri wanita shalihah ialah: pendek bicara, pendek rumah, dan mata.
Pendek bicara ialah wanita yang tidak banyak bicara, baik pada suami atau yang lain. Tidak pula suka berbicara jelek, dan tidak berbicara kecuali ada manfaatnya.
Pendek rumah ialah wanita yang hanya 'dekem' di rumah, tidak mau keluyuran baik ke rumah tetangga, apalagi ke pasar. Hal ini selaras dengan firman Allah:

حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ عِيْن
Makna "maqsuratun" menurut sebagai mufassir ialah "masturatun (menutup diri). Imam Ibnu Qayyim dalam kitab "Hadil arwah ala manazilil afrah" mengatakan bahwa ada makna lain untuk untuk ayat tersebut, yaitu bidadari itu selalu berada di rumah suaminya, tidak mau yang lain. Dan pandangannya tidak jauh dan tidak mau memandang kepada selain suaminya.
Dalam kitab "Adabud dun-ya waddin", disebtukan bahwa wanita yang bisa disebut mempunyai sifat maqsuratun itu jika, ada tiga perkara berikut:
1.    Kuatnya agama hingga melahirkan kemauan untuk menutup diri dan menjauhi hal-hal yang dilarang (iffah). Juga mendorong untuk bersifat menerima (qana'ah) dan merasa cukup dengan apa yang telah ada.
2.    Kecerdasan pikiran yang memberinya kemampuan untuk berpikir jernih, kalkulasi yang tepat, dan tindakan yang baik dan bijak. Rasulullah bersabda:

وَلَا تَنْكِحُوا الْحَمْقَاءَ فَإِنَّ صُحْبَتَهَا بَلَاءٌ وَوَلَدَهَا ضِيَاعٌ
"Jangan kalian menikah dengan wanita yang bodoh. Maka menjadi suaminya adalah musibah dan anak-anaknya akan terlantar".
3.    Keturunan orang baik-baik. Aktsam bin Shaifi mengatakan pada anak-anaknya: "Janganlah pilihan akan kecantikan lebih memberatkan kalian dari pada kejelasan nasab. Karena pernikahan adalah tangga menuju kemuliaan".
Abul Aswad Ad Du'ali mengatakan: "Aku telah berbuat baik kepada kalian sebelum kalian dilahirkan". Apa itu? "Saya memilih untuk kalian ibu yang tidak membuat kalian dihina".
Maka, jika ada wanita yang bersifat seperti itu berarti ia adalah seorang bidadari dunia, dan di akhirat ia akan menjadi sayyidahnya para bidadari surga.

Disamping Shalihah, Cantik Juga. SIP!
Ada hadits :

ثَلَاثَةٌ يُجَلِّينَ الْبَصَرَ : النَّظَرُ إلَى الْخُضْرَةِ , وَإِلَى الْمَاءِ الْجَارِي , وَإِلَى الْوَجْهِ الْحَسَنِ
"Ada tiga perkara yang dapat mempertajam pengelihatan; memandang hijau-hijauan, memangdang air yang mengalir dan memandang pada wajah rupawan" (HR. Al-Hakim)
Menurut para ahli hadits, hadits ini dha'if, ada pula yang mengatakan mawdlu'.
Seorang penyair mengatakan:

ثَلَاثَةٌ تَجْلُو عَنْ الْقَلْبِ الْحَزَنْ  * الْمَاءُ وَالْخُضْرَةُ وَالْوَجْهُ الْحَسَنْ
Makna syair ini sama dengan makna hadits, namun tiga perkara tadi disebutkan mampu menerangi hati yang susah.
Isteri buat seumur hidup, bukan untuk sehari atau dua hari.  Jadi, disamping shalihah milikilah isteri yang cantik, biar mampu menenangkan pikiran, dan tidak lekas buta. He….he….! Rasulullah bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِدِينِهَا , فَعَلَيْك بِذَاتِ الدِّينِ
"Wanita dinikahi karena empat perkara: kaya, cantik, keturunan baik-baik, dan agamanya kuat. (Tapi kalau gak bisa semunya) pilihlah yang beragama kuat (shalihah)".
Imam Al-Mawardi mengatakan bahwa, kecantikan akan lebih melanggengkan kecintaan, karena cantik adalah sifat yang tetap. Dikatakan, wajah rupawan adalah awal keberuntungan. Rasulullah bersabda:

أَعْظَمُ النِّسَاءِ بَرَكَةً أَحْسَنُهُنَّ وَجْهًا وَأَقَلُّهُنَّ مَهْرًا
"Wanita yang paling besar barokahnya ialah, wanita yang cantik dan sedikit maharnya". (dan tidak terlalu menuntut soal harta benda)
Jika pada awalnya sudah ada perkara yang dapat menghindarkan kebosanan yaitu cantik, maka hampir bisa dipastikan kelanggengan kasih sayang (ulfah) akan segera didapatkan. DAPATKAN SEGERA!

Sumber: Adabudun-ya Waddin lil Mawardi, Ghada'ul Albab Syarh Mandzumatil Adab lilfarayini Al-Hanbali

Related

Wanita 1267467654946211606

Posting Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item