Keistimewaan Umat Muhammad: Nabi Musa Pun Ingin Menjadi Bagian Umat Ini (1)

Semenjak Allah menciptakan alam semesta dengan wujud yang sempurna, lalu menurunkan jasad Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ke m...


Semenjak Allah menciptakan alam semesta dengan wujud yang sempurna, lalu menurunkan jasad Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ke muka bumi, maka tampaklah segala keistimewaan-keistimewaan bagi para pengikut Rasulullah, yang tidak pernah Allah berikan kepada umat-umat sebelumnya. Allah jadikan umat ini sebagai umat terbaik, menjadikan mereka pewaris para nabi dan memberi mereka keleluasaan dalam menancapkan hukum sehingga mereka mengatur dan menghukumi apa yang mereka lakukan sesuai dengan hukum yang mereka ciptakan berdasar ijtihad yang telah mereka lakukan.

Kehadiran Rasulullah ke muka bumi adalah sebagai penyempurna dan pamungkas hukum-hukum yang diturunkan Allah untuk manusia. Tidak aka nada seorangpun yang akan menggantikan kedudukan syariat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ketika seorang Rasul masuk dalam masa umat ini seperti Nabi Isa dan nabi Khidlir, maka ia tidak akan memberikan hukum tersendiri kepada manusia kecuali sesuai dengan apa yang telah disyariatkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.  Inilah bentuk kemulian umat ini, yang tidak akan pernah tergantikan hingga berakhirnya zaman. 

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan keistimewaan kepada umat ini, menyempurnakan nikmatNya, dan menganugerahkan keutamaan-keutamaan yang begitu besar. 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ (آل عمران: 110)

Artinya: " Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah". (QS. Ali Imran: 110)

Ketika umat ini adalah khaira ummah, maka sudah selayaknya kita sebagai bagian dari umat ini mempunyai perilaku yang mulia dan memiliki sikap yang diridloi Allah subhanahu wa ta'ala. Mujahid mengatakan bahwa kita adalah umat terbaik jika kita memenuhi syarat yang telah Allah sebutkan dalam ayat tersebut yaitu memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar. Pendapat lain mengatakan bahwa disebutnya umat ini sebagai khaira ummah, karena perbuatan amar ma'ruf nahi mungkar yang dilakukan umat ini begitu banyak, hingga menyebar ke seluruh penjuru baik di sana ada umat Islam atau tidak. 

Diriwayatkan oleh Abu Nuaim dari Abu Hurairah radliyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa ketika Nabi Musa diberi kitab Taurat, maka di dalamnya ia menemukan kabar tentang umat ini. Lalu Nabi musa bertanya kepada Allah: 
"Ya Tuhanku!. Aku menukan dalam lembaran-lembaran Taurat berita tentang umat yang disebut sebagai umat yang paling akhir dan paling terdepan. Maka jadikanlah mereka sebagai umatku". 
Allah menjawab: "Mereka adalah umat Muhammad".
Nabi Musa bersabda: "Aku menemukan dalam lembaran Taurat umat yang kitab sucinya berada di hati mereka, sementara mereka membacanya. Jadikan mereka umatku!".
Allah berfirman: "Mereka adalah umat Muhammad"
Nabi Musa bersabda: "Ya Allah!. Aku menemukan dalam lembaran Taurat, umat yang dihalalkan makan harta rampasan (fa'i). Jadikan mereka umatku!".
Allah berfirman: "Mereka adalah umat Muhammad".
Nabi Musa bersabda: Ya Allah! Aku menemukan dalam taurat, umat yang menjadikan shadaqah dalam perut mereka, sementara mereka mendapatkan pahala. Jadikan mereka umatku!".
Allah berfirman: "Mereka adalah umat Muhammad"
Nabi Musa bersabda: "Ya Allah! Aku menermukan dalam taurat, umat yang ketika salah satu mereka menginginkan satu kebaikan tetapi tidak melakukankan, maka akan diberi satu pahala. Jika dilakukan, maka akan dicatat dengan 10 kebaikan. Jadikan mereka umatku!".
Allah berfirman: "Mereka adalah umat Muhammad"
Nabi Musa bersabda: "Ya Allah! Aku menermukan dalam taurat, umat yang ketika diantara mereka menginginkan keburukan, lalu tidak dilakukannya, maka tidak akan dicatat baginya sesuatupun. Dan jika ia melakukannya maka hanya dicatatan satu keburukan. Jadikan mereka umatku!"
Allah berfirman: "Mereka adalah umat Muhammad"
Nabi Musa bersabda: "Ya Allah! Aku menermukan dalam taurat umat yang diberi ilmu yang pertama dan ilmu yang terakhir. Lalu mereka memerangi Dajjal. Jadikan mereka umatku!"
Allah berfirman: "Mereka adalah umat Muhammad"
Nabi Musa bersabda: "Ya Allah! Jadikanlah aku sebagai umat Muhammad. Jika demikian, maka aku telah diberi dua perkara". 
Allah berfirman: "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku telah memilihmu di atas manusia dengan risalah dan kalamKu. Maka ambilah apa yang telah aku beri dan jadilah engkau dari golongan orang-orang yang bersyukur".
Nabi Musa bersabda: "Aku ridlo Wahai Tuhanku!".

Al-Imam Fakhruddin mengatakan bahwa Nabi yang mukjizatnya lebih besar, maka pahala umatnya lebih kecil. As-Subky melanjutkan: "Kecuali umat ini. Sungguh mukjizat nabinya sangat agung, namun pahala bagi umatnya lebih besar dari pada pahala semua umat yang diciptakan".

Berikut adalah keistimewaan umat Muhammad yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya:

1. Dihalalkan Ghanimah
Ghanimah adalah hasil rampasan perang. Harta ini halal bagi umat Muhammad dengan segala ketentuan yang telah disyariatkan. Bagi umat terdahulu ghanimah tidak dihalalkan

2. Disucikannya Bumi 
Bagi umat terdahulu, tidak semua bumi suci, sehingga mereka tidak melakukan ibadah kecuali di dalam tempat-tempat peribadatan mereka. Bagi umat Muhammad, seluruh bagian bumi suci dan sah untuk dijadikan tempat shalat. Debunya juga suci, sehingga sah untuk dijadikan alat untuk bertayammum. Diriwayatkan dari Abu Umamah dalam kitab Shahih Al-Bukhari, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

وجعلت الأرض كلها لى ولأمتى مسجدا وطهورا

"Telah dijadikan bumi kesemuanya bagiku dan umatku sebagai masjid dan suci"

3. Disyariatkannya Wudlu
Al-Halimi menuturkan hal ini dengan dalil hadits Al-Bukhari:

إن أمتى يدعون يوم القيامة غرّا محجلين من آثار الوضوء

"Sesungguhnya umatku akan dipanggil di akhirat nanti dengan panggilan ghurran muhajjalin, karena atsar wudlu".

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam fathul Bari mengatakan bahwa apa yang disampaikan Al-Halimi ini perlu dipertimbangkan, karena dalam al-Bukhari juga disebutkan kisah Sarah bersama malaikan yang memberinya Hajar, bahwa Sarah ketika Malaikat ingin mendekatinya, maka ia berdiri, berwudlu dan melakukan Shalat. Oleh sebab itu, kesimpulan yang jelas adalah yang menjadi keistimewaan umat ini adalah Ghurrah dan Tahjil bukan wudlu' itu sendirit. Hal ini telah disharihkan dalam Riwayat Muslim dari Abu Hurairah berupa hadits marfu', Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لكم سيما ليست لأحد غيركم

"Bagi kalian sebuah tanda yang tidak dimiliki oleh seseorangpun dari selain kalian".

Tahjil adalah meratakan membasuh kedua tangan hingga lengan dan membasuh kaki hingga betis. Ghurrah adalah meratakan membasuh bagian depan kepala dan leher saat membasuh muka dalam wudlu'.

4. Dikumpulkannya Shalat lima waktu
Bagi umat terdahulu shalat lima waktu tidak diwajibkan. Subuh untuk nabi Adam, Dzuhur untuk nabi Ishaq, Ashar untuk nabi Uzair, Maghrib untuk nabi Dawud dan Isyak untuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Rasulullah bersabda:

أعتموا بهذه الصلاة فإنكم فضلتم بها على سائر الأمم ولم تصلها أمة قبلكم

"Bermalamlah dengan shalat ini (isyak) karena kalian diberi keutamaan dengan shalat ini, diatas umat-umat lain. Umat sebelum kalian tidak melakukan shalat isyak".

BERSAMBUNG

Related

Khazanah 2736191003633187175

Poskan Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Langganan Via Email

Statistik Blog

item