Mendengarkan Dan Menjawab Adzan Wajib?

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Di sebuah pengajian walimahan, saat seorang muballigh sedang berceramah, adzan shalat isyak berkumandang...


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Di sebuah pengajian walimahan, saat seorang muballigh sedang berceramah, adzan shalat isyak berkumandang dari sebuah mushalla. Mendengar adzan muballigh itu memberikan pilihan kepada para hadirin; ceramah dihentikan sejenak untuk mendengarkan dan menjawabi adzan atau diteruskan dengan tanpa mendengarkan dan menjawabi adzan. Dia beralasan bahwa mendengarkan dan menjawabi adzan hukumnya wajib, jika hendak berjamaah pada tempat dimana adzan dikumandangkan. Jika tidak hendak berjamaah di situ, maka menjawabi adzan hukumnya tidak wajib. Pertanyaannya, benarkah apa yang disampaikan muballigh tadi?

Wassalam
Joko Langit, Gumukbanji, Kencong

Jawaban:

Wa’alaikum salam Wr. Wb.

Saudara joko yang terhormat! Setelah kami menelusuri ibarat-ibarat dalam kitab-kitab fikih, kami belum menemukan apa yang telah dikatakan oleh muballigh seperti yang anda sebutkan, karena keterbatasan referensi. Namun, setelah ditelusuri yang kami temukan adalah bahwa menjawab adzan berdasarkan pendapat mayoritas ulama hukumnya adalah sunnah. Imam Ath-Thahawi meriwayatkan tentang kewajiban menjawabi adzan dari sebagian ulama salaf dengan tanpa ada perincian hendak shalat berjamaah di tempat dikumandangkannya adzan adzan atau tidak. Al-Qadli Iyyadh juga meriwayatkan pendapat ini. Kesunnahan menjawab adzan ini tidak hanya dari adzan yang pertama kali di dengar dalam waktu itu saja, tetapi meskipun mendengar adzan berkali-kali, maka berkali-kali pula yang mendengarkannya sunah untuk menjawabi.

Walaupun sunnah, mendengarkan dan menjawabi adzan lebih afdhol dari pada melakukan pekerjaan yang lain, seperti membaca al-Quran, berdzikir, sedang thawaf, menyampaikan ceramah, belajar dan lain-lain. Kecuali dalam keadaan melakukan shalat, qadil hajat, sedang berhubungan suami isteri atau sedang mendengarkan khutbah. 

Referensi:

المجموع شرح المهذب: 3/128 
(فَرْعٌ) مَذْهَبُنَا أَنَّ الْمُتَابَعَةَ سُنَّةٌ لَيْسَتْ بِوَاجِبَةٍ وَبِهِ قَالَ جُمْهُورُ الْعُلَمَاءِ , وَحَكَى الطَّحَاوِيُّ خِلَافًا لِبَعْضِ السَّلَفِ فِي إيجَابِهَا وَحَكَاهُ الْقَاضِي عِيَاضٌ.

مراقي العبودية شرح بداية الهداية ص 26
(فإذا سمعت الأذن وأنت في أثناء ذلك) المذكور من الأوراد (فاقطع ما أنت فيه) واستمع الأذان لأن استماعه في وقته أفضل من استماع القرآن وإن كان القرآن أفضل منه كذا افاده الونائي (واشتغل بجواب المؤذن) ولو كنت طائفا أو مدرسا أو جنبا أو نحو ذلك ات إن كنت مصليا ولو نفلا ولا كنت قاضي الحاجة أو مجامعا أو مستمع الحطيب

Related

Bahtsul Masail 2089953296008250604

Posting Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Langganan Via Email

Statistik Blog

item