Keutamaan Bulan Muharram

Sambutan Bulan Muharram Al-Habib Salim As-Syathiri Bulan Dzul Hijjah 1432 H, telah meninggalkan kita, memasuki bulan Muharram 1433 H,...

Sambutan Bulan Muharram Al-Habib Salim As-Syathiri

Bulan Dzul Hijjah 1432 H, telah meninggalkan kita, memasuki bulan Muharram 1433 H, bulan pertama penanggalan hijriyah. Semoga Allah –tabaraka wa ta'ala—mencurahkan kita dan segenap umat islam dengan keberuntungan, iman, keselamatan, kesejahteraan, dan ketenteraman. Dan semoga Allah melindungi semua orang islam dari peperangan, bencana alam, fitnah, dan segala macam penyakit, baik yang tersembunyi ataupun yang terlihat mata. Sesungguhnya Dia maha kuasa atas apa yang Dia kehendaki dan maha menerima atas segala doa.

Bulan Muharram mempunyai banyak keistimewaan yang tidak dimiliki bulan-bulan yang lain. Dalam kesempatan ini akan dijelaskan lima keistimewaan bulan ini.

1. Bulan yang dihormati
Bulan Muharram adalah salah satu al-asyhur al-hurum (bulan-bulan yang dimuliakan), termasuk di dalamnya bulan Rajab, Dzul Hijjah dan Dzul Qa'dah. Namun demikian bulan Muharram bukan termasuk Asyhurul Hajj (Bulan-bulan haji).

Hendaknya kita memasuki bulan ini dengan melakukan amal-amal shalih, sebab di bulan ini, juga asyhur hurum yang lain amal kebaikan dan kebaikan dilipatgandakan balasannya. Hadapi bulan Muharram dengan taubat nasuha dan hijrah dari perbuatan yang buruk menuju perbuatan yang baik.

2. Pengingat Hijrah Rasulullah
Masuknya bulan muharram mengingatkan kita kejadian besar, yaitu hijrah Rasulullah –shallallahu alayhi wa sallam—dari Mekah mukarramah menuju Madinah munawwarah. Inilah bulan pertama penanggalan hijriyah berdasarkan kesepakatan para sahabat

3. Pertanda Berkurangnya Usia

Memasuki bulan Muharram berarti usia manusia semakin berkurang, dan kesempatan hidup semakin sedikit. Dengan moment ini, hendaknya kita segera mempersiapkan diri untuk sowan kepada Allah dan menyiapkan bekal untuk hijrah dari dunia menuju akhirat.

Manakala sebuah tahun meninggalkan seseorang, maka ia semakin jauh dari kehidupan dunia dan semakin dekat menuju kehidupan akhirat. Seorang penyair mengatakan:

"Tiada sebuah tahun kecuali malam sesudah malam,
hari sesudah hari dan bulan sesudah bulan.
Tahun baru mendekatkan kita pada bencana
mendekatkan kepala kita pada liang kubur
meninggalkan orang yang dicinta
dan menghilangkan harta benda"


4. Ada dua hari yang muliakan
Di bulan ini terdapat dua hari yang besar dan disucikan dalam Islam, yaitu tasu'a (tanggal 9) dan asyura (tanggal 10). Rasulullah –shallallahu alayhi wa sallam—bersabda:


لئن عشتُ إلى قابل لأصومن التاسع ، وراه مسلم عن ابن عباس رضي الله عنهما

"Sungguh jika aku hidup sampai tahun depan, aku akan berpuasa di tanggal 9". (HR. Muslim dari Ibnu Abbas)

Tetapi Rasulullah wafat sebelum beliau berpuasa di hari itu. Namun dengan sabdanya itu puasa tasu'a disyariatkan dan disunatkan.

Adapun hari di haru asyura Rasulullah telah melaksanakan puasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa, sehingga di awal-awal Islam, puasa asyura ini wajib, lalu dinasakh dengan kewajiban puasa bulan ramadlan. Hal ini terjadi ketika Rasulullah melihat orang Yahudi berpuasa di hari asyura. Rasulullah bertanya kepada mereka dan mereka menjawab: "Hari asyura adalah hari dimana Allah menyelamatkan nabi Musa dan Bani Israil, serta menenggelamkan Fir'aun dan pengikutnya. Maka kami berpuasa di hari itu, sebagai rasa syukur kepada Allah". Lalu Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda:

نحن أحق بموسى منكم ، وراه البخاري في صحيحه عن ابن عباس رضي الله عنهما

"Kami lebih berhak atas nabi Musa dari pada kalian". (HR. Al-Bukhari dari Ibnu Abbas).

Maka hendaknya kita berpuasa di hari asyura dan paling sedikit berpuasa dua hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya. Yang paling afdol ialah berpuasa mulai tanggal 1, dan yang lebih afdol lagi adalah berpuasa mulai bulan Dzul Hijjah lalu dilanjutkan pada bulan Muharram, karena kdua bulan ini termasuk bulan-bulan yang dimuliakan dan mempunyai keutamaan.

Sebagian ulama mengumpulkan amal apa saja yang seharusnya di lakukkan pada hari tasu'a dan hari asyura dalam sebuah nadzam:

في يوم عاشوراء عشرة تتصل * بها اثنان وبها فضل نُقل
صُم صَلِّ وصِلْ زُرْ عالماً عُدْ واكتحل * رأس اليتيم امسحْ تصدق واغتسلْ
وسع على العيال ظفر أزل * وسورة الإخلاص قل ألفاً تصل

(1) Puasa Asyura yang disambung dengan puasa 2 hari, (2) Memperbanyak shalat sunat, (3) Bersilaturrahmi, (4) Mengunjungi para ulama, (5) Memakai celak, (6) Mengusap kepala Anak Yatim, (7) Bershadaqah, (8) Mandi, (9) Memberikan nafkah lebih kepada keluarga, (10) Memotong kuku, (11) Membaca Surat Al-Ikhlas 1000 kali.

5. Banyak Kejadian Penting di Bulan ini

Diantaranya adalah:
  • Terdamparnya perahu Nabi Nuh
  • Pertama kali turun hujan
  • Allah meringankan beban orang-orang yang terkena musibah, diantaranya adalah: terbebasnya Nabi Yusuf dari penjara dan sembuhnya nabi Ayyub dari penyakit.
  • Tenggelamnya Fir'aun dan selamatnya Bani Israil
  • Syahidnya Al-Husein bin Ali

Yang terpenting, bulan Muharram adalah bulan yang suci dan hendaknya kita memperbanyak puasa, qiyamullail dan amal-amal shalih sesuai dengan kemampuan.

نسأل سبحانه وتعالى أن يهل علينا وعليكم هذا العام الهجري الجديد بالأمن والأمان والسلامة والإسلام وأن يحول حالنا وحال المسلمين إلى أحسن حال إنه على ما يشاء قدير وبالإجابة جدير ، وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم ، والحمد لله رب العالمين

Sumber: http://rubat-tareem.net/

Related

Akhlaq-Tashawuf 5686764231573159888

Follow Us

Facebook

TERBARU

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item