Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan melakukannya pada hari Jumat adalah membaca surat Al-Kahfi. Bahkan membaca surat ini di hari jumat melebihi keutamaan membaca shalawat, walaupun kedua-duanya sangat diajurkan untuk dilakukan pada ahri Jumat. Berikut ini akan disebutkan bebrapa dalil shahih yang menyatakan keutamaannya, disertai dengan perkataan para ulama.

Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dab Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim)

Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untknya diantara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

“Barang Siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (HR. Abu Bakar bin Marduwaih dalam kitab tafsirnya dan tidak ada masalah dengan sanadnya).

Imam As-Syafi’i mengatakan: “Telah sampai kepada kami bahwa barang siapa membaca surat Al-Kahfi, maka ia akan dilindungi dari fitnah Dajjal”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda diriwayatkan dari Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah:

مَنْ قَرَأَ الْكَهْفَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَهُوَ مَعْصُومٌ إلَى ثَمَانِيَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ فِتْنَةٍ , فَإِنْ خَرَجَ الدَّجَّالُ عُصِمَ مِنْهُ

“Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jumat maka ia dijaga sampai delapan hari dari segala fitnah. Jika Dajjal bangkit, maka ia akan dijaga darinya”. (Hadits ini disebutkan Ibnu Qudamah dalam al-Mughni. Diriwayatkan oleh Zaidun bin Ali)

Syaikhul Islam Abi Zakaria Al-Anshari dalam Asnal Mathalib menyebutkan bahwa dalam kitab adz-Dzakha’ir disebutkan bahwa ada perbedaan pendapat ulama kapan waktu terbaik dihari jumat untuk membaca surat Al-Kahfi; apakah sebelum terbit matahari atau sesudah ashar. Dzahir hadits tidak memberikan pernyataan adanya waktu khusus untuk membacanya. Hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan surat al-Kahfi bersifat umum. Sedangkan Al-Adzru’i menyatakan bahwa segera membacanya lebih utama, karena bisa jadi, jika ditunda-tunda kesempatan membacanya malah tidak ada. Namun membacanya disiang hari lebih diutamakan.

Menukil pendapat Abul Ma’ali, Ibnul Muflih al-Maqdisi menyatakan bahwa waktu membaca surat Al-kahfi yang diutamakan adalah sesudah Ashar hari jumat. Imam Ahmad mengatakan bahwa kebanyakan hadits yang menjelaskan waktu mustajab di hari jumat ialah sesudah Asar.

Menurut Syaikhul Islam Abi Zakaria Al-Anshari, hikmah membaca surat Al-Kahdi di hari jumat ialah karena Allah dalam surat Al-Kahfi menyebutkan kedahsyatan hari kiamat di mana semua makhluk berkumpul menjadi satu. Dan hari jumat menyamai hari kiamat dalam hal ini. Lagi pula hari kiamat akan terjadi pada hari jumat sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim. Wallahu A’lam

 
Top