Kisah Mai'dah Nabi Isa

Dalam surat al-Maidah Allah SWT berfirman: قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَا...

Dalam surat al-Maidah Allah SWT berfirman:

قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاء تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Artyinya: Isa putera Maryam berdo'a: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama” (QS. Al-Maidah: 114)

Setiap nabi yang diutus oleh Allah membawa agama yang benar, diberi bermacam-macam mukjizat oleh Allah sebagai penguat dan pembenar bagi kenabiaannya. Nabi Isa –alaihissalam- diberi oleh Allah beberapa mukjizat, yang diantaranya adalah diturunkannya ma’idah (hidangan dari surga). 

Suatu ketika Nabi Isa memerintahkan pengikutnya yang terpilih (al-hawariyun) untuk berpuasa selama 30 hari. Setelah menyempurnakannya mereka bersama nabi Isa di sebuah gurun pasir yang diikuti oleh ribuah manusia. Sebagian manusia itu adalah pengikut nabi Isa, sebagian yang lain ingin meminta kepada nabi Isa, doa untuk kesembuhan penyakit yang mereka derita atau untuk kesejahteraan hidup mereka. Sebagian lagi adalah orang-orang yang hanya bertujuan untuk menjelek-jelekkan Nabi Isa atau mengkaburkan keimanan para pengikutnya.

Kaum Hawariyyun memohon kepada Nabi Isa –alaihissalam- untuk menurunkan hidangan langit untuk mereka, agar hati mereka tenang dan yakin bahwa Allah telah menerima puasa yang telah dilakukan. Hidangan tersebut juga akan dijadikan hidangan hari raya layaknya hidangan hari raya setelah puasa ramadlan. Mereka juga memohon kepada nabi Isa agar hidangan surga itu mampu mencukupi semuanya, tua, muda, anak-anak, kaya dan miskin. Nabi Isa menasehati mereka tentang apa yang mereka minta, khawatir mereka tidak mampu bersyukur kepada Allah, padahal mereka telah melihat banyak mukjizat. Mereka menjawab bahwa mereka ingin makan hidangan itu hanya untuk tabarruk.

Setelah mereka mendesak agar permohonan tersebut dikabulkan, Nabi Isa –alaihissalam- melakukan shalat, menangis karena takut kepada Allah dan berdoa agar Dia mengabulkan permintaan kaum Hawariyun. Allah pun mengabulkan. Hidangan makanan turun dari lagit diapit dua gumpalan mendung, dikawal para malaikat. Ketika hidangan itu hamper sampai ke bumi, nabi Isa berdoa agar hidangan tersebut menjadi rahmat dan berbarakah, bukan sebagai adzab dan bencana. 

Nabi Isa –alaihissalam- membuka penutup hidangan sambil berkata: “bismillah khairi raziqin/dengan nama Allah, sebaik-baik dzat yang member rizki”. Hidangan tersebut hanya terdiri dari 7 ekor ikan besar, 7 roti, cuka, garam, delima, madu dan beberapa buah-buahan, tetapi harum semerbak baunya tidak pernah ditemukan sebelumnya.

Nabi Isa memerintahkan kaum Hawariyun menyantapnya, namun mereka tidak mau, sebelum nabi Isa menyantapnya terlebih dahulu. Nabi Isa –alaihissalam- bersabda: “Yang hanya boleh menyantapnya adalah orang yang memintanya”. Mereka juga tidak mau. Kemudian nabi Isa memerintahkan para fakir miskin, orang-orang yang sakit, orang-orang buta, lumpuh dan sejenisnya untuk menyantapnya. Semuanya berjumlah hampir 1300 orang. Mereka menyantapnya hingga mendapat barakah yang besar dari hidangan ini, berupa disembuhkannya penyakit, diringankannya penderitaan, dan para fakir miskin diberi kekayaan. Orang-orang yang tidak mau menyantapnya pun merasakan penyesalan, hingga mereka berdesakan untuk menyantapnya. Dikatakan bahwa setiap hari ada sekitar 7000 orang menyantap hidangan tersebut.

Setelah 40 hari berlalu Allah berfirman kepada Nabi Isa –alaihissalam- agar hidangan tersebut diperuntukkan untuk para fakir miskin, bukan untuk yang kaya, tidak boleh berbuat curang, tidak boleh disimpan, dan tidak boleh dibuang. Namun, kecurangan terjadi, hingga hidangan tersebut diangkat kembali oleh Allah, hingga sebagian orang merasa susah, kaum munafiq saling berkomentar dan menimbulkan keragu-raguan atas Nabi Isa –alaihissalam--. Allah berfirman: “Aku mengambilnya kembali dengan syarat yang Aku tentukan!”. Yakni Allah akan memberikan adzab kepada orang-orang yang berbuat curang.

Pagi hari setelah orang-orang kaya yang berbuat curang bangun dari tidurnya, mereka berubah menjadi babi dan memakan kotoran setelah sebelumnya mereka makan makanan yang mewah dan tidur di atas kasur yang empuk. Orang-orang kaya yang berjumlah 33 orang ini mengadu kepada Nabi Isa –alaihissalam- sambil menangis dengan wajah tertunduk. Nabi Isa mengenal mereka dan bertanya nama mereka masing-masing. Tetapi, mereka hanya mampu memberi isyarat dengan menganggukkan kepala, tidak mampu bertutur kata. Mereka tetap dalam kondisi yang seperti itu hingga beberapa hari, hingga nabi Isa berdoa agar nyawa mereka segera dicabut. Allah mengabulkan. Selanjutnya , tidak pernah diketahui nasib mereka, seakan lenyap ditelan bumi. 

Dari kejadian ini, banyak manusia yang beriman dan orang-orang yang telah beriman semakin kuat keyakinan mereka. Wallahu A’lam

Related

Kisah Para Rasul 6624610713016348718

Poskan Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item