Tunisia Blokir Penyebaran Gerakan Wahabi dan Syiah

Menteri Urusan Keagamaan Tunis Nuruddin al-Khadimi menegaskan bahwa pihaknya menolak dan memblokir penyebaran gerakan Wahabi dan Syi'...

Menteri Urusan Keagamaan Tunis Nuruddin al-Khadimi menegaskan bahwa pihaknya menolak dan memblokir penyebaran gerakan Wahabi dan Syi'ah di negaranya.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian Urusan Keagamaan Tunis, Nuruddin mengatakan bahwa Wahabi tidak cocok dengan karakter, tipikal dan identitas mayoritas Muslim negaranya.

"Memang, pada mulanya Wahabi adalah gerakan pemikiran dan sosial yang muncul di wilayah Nejd di Semenanjung Arab (sekarang Saudi Arabia). Wahabi merupakan cerminan identitas pada zamannya dan sesuai tempat munculnya. Tapi, gerakan tersebut telah mengalami banyak perubahan, yang sekarang tidak dapat lagi diterima oleh orang waras manapun di Tunis," kata Nuruddin sebagaimana dilansir surat kabar Al-Wathan (23/5).

Ditambahkan oleh Nuruddin, bahwa mayoritas Muslim Tunis menganut mazhab Islam Sunni, berakidah Asy'ariyyah dan berfikih Malik.

"Islam di Tunis memiliki kekhasan tersendiri, yaitu bermazhab fikih Maliki, bermazhab akidah Asy'ari. Tunis bukan negara sektarian dan puritan," kata Nuruddin.

Sementara itu, di sisi lain, Wahabi terhitung sebagai "entitas" baru dalam sejarah Islam. Entitas ini menolak bermazhab dan juga menolak akidah Asy'ariyyah yang banyak dianut oleh mayoritas umat Muslim di seluruh dunia.

Bisa dipastikan, pernyataan Menteri Agama Tunis ini akan menimbulkan kontroversi di negaranya. Belakangan, hubungan antara sayap pemerintahan yang didominasi oleh kalangan partai Nahda (partai Islamis yang berhaluan moderat) tengah mengalami ketegangan dengan sayap Salafi-Wahabi.

Sumber: http://nu.or.id

Related

Lintas Berita 4087060826919442942

Poskan Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item