I'tiqad Yang Benar Terhadap Para Sahabat

Wajib bagi kita meyakini keutamaan para sahabat Rasulillah SAW. Mereka adalah orang-orang yang adil, orang-orang terpilih dan orang-orang...

Wajib bagi kita meyakini keutamaan para sahabat Rasulillah SAW. Mereka adalah orang-orang yang adil, orang-orang terpilih dan orang-orang yang memegang amanah. Tidak diperkenankan menghujat, menghina dan berburuk sangka kepada mereka. Rasulullah SAW bersabda:

لا تسبوا أصحابي فوالذي نفسي بيده لو انفق أحدكم مثل أحد ذهبا ما بلغ مد أحدهم ولا نصفه ، رواه الشيخان

"Jangan kalian menghujat para sahabatku. Demi Allah yang menguasai diriku, andai salah satu dari kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud (untuk jalan Allah), tidaklah mampu melebihi (keutamaan) satu mud dan (bahkan) separo mud infak salah satu dari mereka". (HR. Asy-Syaikhoni)

Rasulullah SAW juga bersabda:

من سب أحدا من أصحابي فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين ، لا يقبل الله منه صرفا ولا عدلا ، رواه البيهقي

"Barang siapa menghujat salah satu para sahabatku, maka semoga baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Allah tidak akan menerima (apapun) tindakan darinya". (HR. Al-Baihaqi).

Para ulama berpendapat bahwa, menghujat dan menghina para sahabat, jika di situ ada pertentangan dengan dengan dalil-dalil qath'i, dapat mengakibatkan kekufuran, seperti menghujat ummul mu'minin 'Aisyah RA. Jika tidak demikian, maka berarti telah melakukan satu bid'ah dan berbuat fasiq.

Wajib bagi seorang muslim untuk membenamkan kecintaan, berbaik sangka dan penghormatan terhadap sahabat-sahabat Rasulillah SAW dalam hatinya. Ia juga harus memuji, dan ridlo kepada mereka, serta menahan diri untuk menceburkan diri dalam hal-hal yang tidak bermanfaat, hingga termasuk bagian orang-orang yang difirmankan Allah :

والذين جاؤوا من بعدهم يقولون ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان - الآية

"dan orang-orang yang datang sesudah mereka seraya berkata, 'Wahai Tuhanku, ampunilah dosa kami dan dosa-dosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan iman".

Hendaklah kita diam tentang hal-hal yang terjadi pada diri para sahabat, dan berpaling dari cerita-cerita para ahli sejarah dan perawi-perawi bodoh yang telah menghujat salah satu sahabat. Kita harus mencari takwilan yang paling baik tentang apa yang telah dinukil para ahli itu dan memberikan suntingan yang paling benar. Sebutlah kebaikan-kebaikan dan keindahan perjalanan hidup mereka, serta diamlah tentang apa yang di belakangnya. Hanyalah Allah SWT yang maha tahu tentang mereka. Dan Allah SWT telah memuji mereka dalam firmanNya:

محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا

"Muhammad utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya, keras kepada orang-orang kafir, (tapi) sayang kepada sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud, mencari anugerah Allah dan ridloNya".

Bagaimana mungkin terjadi, Allah mengetahui itu, (tapi) Allah justeru menyembunyikannya kepada NabiNya dan orang-orang sesudah beliau? Allah maha suci dari semua itu. Barang siapa terlintas dalam hatinya, Allah SWT tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada diri para sahabat sesudah Rasulullah SAW wafat, maka itulah kekufuran yang jelas. Waspadalah!

Sumber: Al-Ajwidah Ad-Damighah, Karya: Al Habib Zainal Abidin bin Al Alawi

Related

Aqidah 8534302335377940682

Follow Us

Facebook

TERBARU

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item