Nasehat Fadhilatus Syaikh Abdul Aziz Bin Baz

Pada saat ini telah tersebar bahwa banyak orang yang menggolongkan diri sebagai ahli ilmu dan dakwah telah terjerumus dalam perbuatan mengko...

Pada saat ini telah tersebar bahwa banyak orang yang menggolongkan diri sebagai ahli ilmu dan dakwah telah terjerumus dalam perbuatan mengkoyak kehormatan saudara-saudara mereka yang berstatus sebagai para pendakwah.

Mereka melakukan semuanya secara sembunyi-sembunyi di dalam majlis-majlis mereka. Dan terkadang mereka merekamnya dalam kaset-kaset dan disebarkan kepada masyarakat. Mereka juga melakukannya dengan secara terang-terangan dalam ceramah-ceramah umum di masjid-masjid. Cara ini tentu bertentangan dengan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya.

Dalam perbuatan semacam ini terdapat upaya pengerusakan terhadap hati kalangan awam, penyebaran dan memberi ruang gerak masuknya kebohongan-kebohongan, dan informasi-informasi yang tidak mendasar. Hal ini juga menjadi sebab menjamurnya ghibah dan adu domba (nanimah), membuka pintu-pintu keburukan bagi orang-orang yang lemah hatinya untuk berusaha menyebarkan syubhat dan fitnah, serta menyakiti orang-orang mukmin dengan perkara yang tidak pernah mereka lakukan.

Maka hendaklah mereka bertaubah kepada Allah dari apa yang ditulis dengan tangan mereka dan apa yang diucapkan dengan mulut mereka, dimana semua itu menjadi penyebab pengerusakan pikiran para generasi muda, dan penebaran benih-benih kedengkian dan dendam dalam hati mereka. Akibatnya, usaha menuntut ilmu yang bermanfaat dan berdakwah kepada Allah, terganggu oleh usaha mengemukakan komentar-komentar tidak bermutu dan memaksakan pembahasan yang mengarah pada perbuatan menyalahkan orang lain.

Hendaknya mereka juga tidak tergesa-gesa mengkafirkan orang lain karena perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan. Hendaknya mereka menuju kepada perbuatan-perbuatan yang dapat berbuah pendekatan diri kepada Allah dan bermanfaat bagi masyarakat. Hindarilah tergesa-gesa mengucapkan kafir, syirik, fasiq dan bid'ah kepada orang lain tanpa saksi dan bukti.

Related

Akhlaq-Tashawuf 346512263847292093

Posting Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item