Malam yang Lebih Baik Dari Pada Seribu Bulan

Lailatul Qodar adalah suatu malam, dimana beribadah di dalamnya nilainya lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan. Para mala...


Lailatul Qodar adalah suatu malam, dimana beribadah di dalamnya nilainya lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan. Para malaikat (termasuk malaikat Jibril) turun ke bumi ketika itu dengan membawa kebaikan dan keberkahan. Para malaikat itu mengucap-kan salam kepada orang-orang islam. Mereka berdo’a dan memintakan ampun bagi orang-orang islam itu sampai menjelang fajar.
Ada beberapa alasan mengapa malam itu disebut malam lailatul qodar.
Ibnu Rusyd, seorang filosof muslim terkenal menyebutkan dalam sebuah karyanya: “Alloh SWT menyebutnya dengan Lailatul Qodar, karena pada malam itu semua ketentuan dan ketetapan yang akan dijalani oleh manusia untuk tahun itu, diputuskan. Baik berupa rizki, ajal, atau yang lain. Ketentuan ini berlaku hingga Lailatul Qodar tahun mendatang.”
Imam Mujtahid berkata: “(Semua urusan itu ditentukan) kecuali kesedihan dan kebahagiaan. Hal ini dibuktikan dengan firman Alloh SWT (Q.S. ad-dhukhon): ‘Pada malam itu semua perkara yang baik dibagikan kepada manusia.‘”
Mengenai kepastian hari “H” Lailatul Qodar tidak ada yang mengetahui kapan turunnya kecuali Allah SWT. Sehingga al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani menerangkan bahwa ada 40 lebih pendapat para ulama’ dan menanggapi kapan turunnya Lailatul Qodar. Namun Imam Nawawi dalam kitabnya Fatawa al-Imam an-Nawawi berkata: “Menurut pendapat yang masyhur dalam madzhab kami, bahwa sesungguhnya Lailatul Qodar itu hanya ada pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Romadlon. kemudian ada yang mengatakan bahwa terjadinya Lailatul Qodar itu tidak berpindah-pindah setiap tahun, hanya terjadi pada malam itu. Namun menurut pendapat mukhtar (yang dipilih) malam Lailatul Qodar dapat berpindah-pindah. Karena itu dalam satu tahun dapat terjadi  pada suatu malam dan pada tahun berikutnya terjadi pada malam yang lain. Namun perpindahannya itu tidak akan keluar dari sepuluhh hari terahir di bulan Romadlon.”
Dalam kitab Fathul Bary disebutkan Ulama’ Syafi’iyah lebih condong kalau turunnya Lailatul Qodar adalah pada malam 21 dan 23, sementara di golongan besar Ulama’ berpendapat bahwa turunnya adalah malam 27.
Adapun hikmah tidak ditentukannya lailatul qodar adalah supaya kita berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan untuk memperoleh lailatul qodar. Kita mulai perlombaan itu sejak awal bulan Romadlon sebab tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi pada malam itu. Sesuai dengan pendapat salah satu Ulama’ yang memungkinkan terjadinya Lailatul Qodar pada awal-awal Romadlon. Seandainya turunnya Lailatul Qodar sudah dipastikan, maka orang-orang akan menentukan dan membatasi ibadahnya pada malam tersebut.
Sedangkan tanda-tanda kelahiran Lailatul Qodar, serta bagaimana seseorang dapat mengetahui kedatangannya, Ibnu Taimiyah menjelaskan: “Diriwayatkan bahwa diantara tanda-tanda turunnya Lailatul Qodar adalah bahwa pada malam itu adalah malam yang terang bercahaya, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Terkadang Allah SWT memberitahukan kepada sebagian manusia pada waktu ia tidur ataupun ketika ia terjaga. Sehingga seorang hamba dapat melihat sendiri cahaya-cahaya Lailatul Qodar itu. Terkadang ada orang yang memberi kabar kepadanya bahwa saat itu adalah Lailatul Qodar. Dan kadang pula Allah SWT membuka hatinya untuk melihat langsung hakikat Lailatul Qodar yang sebenarnya.”
Sykh al-Qurthubi berkata: ”Ubaid bin Umar berkata: ‘pada malam 27 aku berada di laut, kemudian aku mengambil air dan kutemukan rasannya tawar.’”
Diantara alamatnya lagi adalah matahari terbit dengan sinar yang tidak menyebar, menurut sebagian pendapat, hal itu karena beraneka ragamnya malaikat pada malam itu. Mereka turun ke bumi dan naik ke tempat masing-masing sehingga beberapa sayap dan jisim mereka yang halus menutupi tersebarnya cahaya matahari.
Imam al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: “Ulama’ berbeda pendapat tentan apakah ada alamat yang muncul bagi orang yang memperoleh/atau bertepatan dengan malam itu atau tidak?  Menurut sebagian Ulama’, orang itu akan melihat sesuatu sujud, kata sebagian lagi, cahaya-cahaya bersinar terang di semua tempat, bahkan ke tempat-tempat yang gelap. Sebagian Ulama’ lain berkata ia akan mendengar salam atau omongan malaikat. Dan menurut pendapat sebagian ulama’ tanda-tandanya adalah dikabulkannya do’a orang yang memperolehnya. Imam Thobari berpendappat bahwa semua alamat tadi itu tidak pasti. Dalam artian memperoleh Lailatul Qodar tidak disyaratkan melihat atau mendengar sesuatu.”
Mengenai waktu Lailatul Qodar (di seluruh dunia) menurut pendapat ulama’ terdapat dua alternatif: pertama, Lailatul Qodar terjadi mulai terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar shodiq di setiap daerah. Kedua, Lailatul Qodar di seluruh dunia terjadi dalam waktu yang sama meskipun tepat pada siang hari di sebagian negara.
Ada beberapa perbuatan yang disunnahkan bagi orang yang mengetahuinya, diantaranya yaitu:
Merahasiakan Lailatul Qodar

  • Berdoa dengan ikhlas. Niat dan keyakinan yang benar pada sesuatu yang dicintai dari agama dan dunia.
  • Memperbanyak doa yang bermanfaat dari agama dan akhirat
  • Memperbanyak membaca doa yang diajarkan oleh nabi kepada Siti Aisyah:

 اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya engkau adalah dzat yang maha pemaaf, yang mencintai ampunan, maka ampunilah diriku.”

  • Membaca al-Qur’an
  • Memperbanyak dzikir
  • Memperbanyak do’a yang bermanfaat bagi kaum muslimin
  • Menggiatkan ibadah di siang harinya seperti halnya ketika malam Lailatul Qodar.


Dari berbagai sumber

Related

Slider 3235052716412044314

Posting Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item