Benarkah Isra' Mi'raj Terjadi Tanggal 27 Rajab?

Kapankah sebenarnya peristiwa Isra’ dan Mi'raj itu terjadi? Para ulama dan pakar sejarah berbeda pendapat dalam masalah ini. Az...

Kapankah sebenarnya peristiwa Isra’ dan Mi'raj itu terjadi? Para ulama dan pakar sejarah berbeda pendapat dalam masalah ini.

Az-Zuhri mengatakan bahwa isra’ mi’raj Rasulullah SAW terjadi delapan tahun sesudah Rasulullah SAW diangkat menjadi Rasul atau lima tahun sebelum hijrah. Pendapat ini diceritakan Al-Qadli ‘Iyadh dan dirajihkan oleh Al-Qurthubi dan An-Nawawi. Yang menjadi dasar pendapat ini adalah riwayat tentang shalat yang dilakukan Khadijah setelah diwajibkan, beliau wafat pada sebelum hijrah tiga atau lima tahun, dan yang jelas shalat diwajibkan pada saat Rasulullah melakukan Isra’ Mi’raj.

As-Sudy meriwayatkan bahwa Isra’ Mi’raj terjadi pada satu tahun lima bulan sebelum Rasulullah hijrah. Riwayat ini beliau riwayatkan dari sanad Ibnu Jarir At-Thabari dan Al-Baihaqi. Berdasarkan pendapat ini Isra’ Mi’raj terjadi pada bulan Syawal, karena Rasulullah SAW melakukan hijrah pada awal bulan Rabi’ul Awal.

Abu Umar Yusuf bin Abdil Barr an-Namari Al-Qurthubi seorang ulama ahli hadits yang masyhur mengatakan bahwa Isra’ Mi’raj terjadi pada bulan Rajab. Sebelumnya, pendapat ini dinyatakan oleh Ibnu Qutaibah Ad-Dainuri seorang pakar Nahwu. Pendapat ini juga diyakini oleh An-Nawawi dalam kitab Raudhatut Thalibin, mengikuti apa yang disampaikan oleh Ar-Rafi’i. Bahkan Ibnu Hazm menyatakan bahwa pendapat ini adalah pendapat yang telah disepakati para ulama meskipun Al-Hafidh Ibnu Hajar menolaknya. 

Pendapat lain mengatakan, Isra’ Mi’raj terjadi pada satu tahun tiga bulan sebelum hijrah, sehingga ia terjadi pada bulan Dzul Hijjah. Pendapat ini diyakini oleh Ahmad bin Faris Abul Hasan Ar-Razi.

Mengenai tanggalnya, Ibnul Harbi Al-Baghdadi mengatakan Isra’ Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rabiul Akhir, sebagaimana dikatakan Imam An-Nawawi dalam kitab Fatawinya.

Mayoritas masyarakat muslim menganggap Isra’ Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab, sehingga pada tanggal ini setiap tahun selalu diperingati. Anggapan ini mengikuti pendapat Al-Hafidh Abdul Ghani bin Surur Al-Maqdisi Al-Hanbali. Sebagian ulama menyatakan bahwa pendapat ini adalah yang paling kuat. Pernyataan ini didasarkan pada qaidah bahwa sebuah masalah jika di dalamnya terjadi khilaf  di kalangan ulama salaf, dan tidak ada dalil yang mampu mentarjih, sementara ada satu pendapat yang diamalkan masyarakat dan tidak ada penolakan, maka pendapat itu adalah sesuatu yang dianggap sebagai dugaan kuat yang mengantarkannya sebagai pendapat yang rajih.

Mengenai harinya, Ibnu Dahiyah mengatakan isya Allah isra’ Mi’raj terjadi pada hari senin, karena hari ini adalah hari khusus untuk Rasulullah, dimana dihari ini Rasulullah dilahirkan, diangkat menjadi Rasul, melakukan hijrah dan dipanggil keharibaanNya. (Wallahu A’lam)

Disarikan dari Kitab “Syarh Az-Zurqani ‘Ala al-Mawahib Al-Laduniyah bil Minah Al-Muhammadiyah”. Juz. II hlm. 69-72 (Maktabah Syamilah)

Related

Khazanah 8057159657903825233

Poskan Komentar

Follow Us

Facebook

Terbaru

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item