Anak Perempuan pun Bisa!

Secara umum, yang diinginkan keluarga adalah kehadiran anak laki-laki dalam kehidupan, karena mereka hanya anak laki-laki lah yang mampu ...

Secara umum, yang diinginkan keluarga adalah kehadiran anak laki-laki dalam kehidupan, karena mereka hanya anak laki-laki lah yang mampu memberikan kebanggaan, mampu membela citra keluarga, dan mempunyai langkah panjang dalam mengarungi kehidupan. Pada masa jahiliyah, orang Quraisy sangat membanggakan anak laki-laki. Hingga sebagian mereka rela meminjamkan isteri-isteri mereka kepada orang lain sekadar untuk mendapatkan anak laki-laki. Kebanggaan tersebut menimbulkan sikap diskriminatif kepada bayi perempuan, sehingga dengan alasan menutupi malu, mereka tega mengubur hidup-hidup bayi perempuan mereka.

Isteri Imran; Hannah binti Faqudza yang sudah sekian lama tidak dikaruniai seorang anak, merasa bahagia saat ia merasakan hamil di usianya yang sudah tua. Kebahagiaan tersebut mendorong dirinya untuk bernadzar. Jika anaknya lahir ia akan mengirimkan anaknya ke Masjidil Aqsa, untuk berkhidmah kepada para nabi dan ulama, sebagai tanda terima kasihnya kepada Allah. Namun, saat bayinya dilahirkan, ia merasa kecewa, karena anak yang diidam-idamkan adalah seorang perempuan. Allah menceritakannya dalam al-Quran:

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى (آل عمران: 36)

“Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan”. (QS. Ali Imran: 36)

Memang anak laki-laki adalah kebanggaan. Dialah yang meneruskan nasib keluarga, dapat membantu menopang hidup keluarga dan lain sebagainya. Dalam hal disyariatkannya aqiqah, kesunnahan aqiqah untuk anak laki-laki adalah 2 ekor kambing, sedang untuk anak perempuan hanya dengan seekor kambing. Hal ini pun mengisyaratkan bahwa anak laki-laki memiliki peran penting dalam kehidupan dan dapat dibilang bahwa ia lebih utama dari pada anak perempuan.

Akan tetapi, kelahiran anak perempuan bukan merupakan adzab. Ia adalah karunia dan titipan Allah SWT yang harus dijaga. Apapun yang Allah berikan adalah sebuah bentuk kasih-sayangNya kepada manusia, karena Dia maha mengetahui dan melihat terhadap hambaNya. Dalam kehidupan nyata, banyak anak perempuan melebihi laki-laki dalam segala hal. Para ulama sepakat isteri-isteri Rasulullah sebagai ummahatul mu’minin adalah wanita-wanita yang mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada yang lain. Mereka lebih utama dari pada laki-laki, dan yang paling utama dari ummahatul mu’minin itu ialah sayyidah Khadijah al-Kubra, raliyallahu ‘anhunna.

Sayyidah Maryam anak perempuan Hannah binti Faqudza isteri Imran, seperti diceritakan di atas adalah sayyidah nisa’ al-‘alamin; majikan wanita-wanita alam semesta. Andai dimungkinkan ada nabi seorang perempuan, maka dialah nabi perempuan satu-satunya di dunia ini. Keutamaan yang dimilikinya menimbulkan perasaan iri orang yang mengasuhnya; nabi Zakaria. Sayyidah Maryam walau terkucil dalam tebalnya tembok-tembok baitul Maqdis, diberi anugerah besar oleh Allah. Ia diberi kenikmatan berupa hadirnya makanan-makanan surga di sampingnya. Buah-buahan musim panas, hadir di hadapannya saat musim dingin. Dan buah-buahan musim dingin berada ada di hadapannya, saat musim panas.

Nabi Zakaria pun berwasilah dengan sayyidah Maryam, Allah berfirman:

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“di sanalah Zakariya berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (QS. Ali Imran: 38)

Allahpun mengabulkan. Nabi Zakaria dikaruniai seorang anak diusianya dan usia isterinya yang sudah tua. Anak itu adalah Yahya, sayyid (pemimpin orang-orang beriman), hashur (menjaga seluruh raga dan jiwanya dari perempuan) dan golongan nabi-nabi yang shaleh.

Jangan berkecil hati ketika harapan anak laki-laki tidak kunjung tiba. Allah maha mengetahui atas keadaan hambanya.

Related

Anak 2066816572745999182

Follow Us

Facebook

Terbaru

Arsip

Langganan Via Email

Statistik Blog

item