Ingin Kaya? Ini Kuncinya!
1. Bertakwa Kepada Allah Ta’ala. وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَك...
https://mutakhorij-assunniyyah.blogspot.com/2012/07/ingin-kaya-ini-kuncinya.html
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ
مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى
اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ
لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Barangsiapa
yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa
yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang
dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap
sesuatu. (QS. Ath Thalaq (65) : 2-3).
2.
Shalat Dhuha.
حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ السِّمْنَانِيُّ
حَدَّثَنَا أَبُو مُسْهِرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ بَحِيرِ
بْنِ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِي
الدَّرْدَاءِ أَوْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ عَنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ ابْنَ آدَمَ ارْكَعْ لِي مِنْ
أَوَّلِ النَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ آخِرَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا
حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ
Telah
menceritakan kepada kami Abu Ja'far As Samnani telah menceritakan kepada kami
Abu Mushir telah menceritakan kepada kami Isma'il bin 'Ayyasy dari Bahir bin
Sa'd dari Khalid bin Ma'dan dari Jubair bin Nufair dari Abu Darda' atau Abu
Dzar dari Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam dari Allah Azza Wa Jalla, Dia
berfirman: "Wahai anak Adam, ruku'lah kamu kepadaku dipermulaan siang (shalat
dhuha) sebanyak empat raka'at , niscaya Aku akan memenuhi kebutuhanmu di akhir
siang." Abu Isa berkata, ini adalah hadits hasan gharib.
(HR. At Tirmidzi No.437, Ad Darimi No.1415)
حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ
حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ
كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ أَبِي شَجَرَةَ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ قَالَ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ
وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لَا تُعْجِزْنِي مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِي أَوَّلِ
نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ
Telah
menceritakan kepada kami Daud bin Rusyaid telah menceritakan kepada kami Al
Walid dari Sa'id bin Abdul Aziz dari Makhul dari Katsir bin Murrah Abu Syajarah
dari Nu'aim bin Hammar dia berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Allah 'azza wajalla berfirman; Wahai anak
Adam, janganlah kamu meninggalkan-Ku (karena tidak mengerjakan) empat raka'at
pada permulaan siang (dhuha), niscaya aku akan mencukupi kebutuhanmu di sore hari."
(HR. Ahmad No.1097, 16749, 17126, 21431, 21433)
3.
Banyak Membaca Istighfar.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ
إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ
أَنْهَارًا
Maka
aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya
Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan
lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu
kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS. NUH
(71) : 10-12).
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ
حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُصْعَبٍ
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنْ
أَبِيهِ أَنَّهُ حَدَّثَهُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ
جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا
وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Telah
menceritakan dari Kami Hisyam bin 'Ammar, telah menceritakan kepada Kami Al
Walid bin Muslim, telah menceritakan kepada Kami Al Hakam bin Mush'ab, telah
menceritakan kepada Kami Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas dari ayahnya
bahwa ia bercerita kepadanya, dari Ibnu Abbas bahwa ia bercerita kepadanya, ia
berkata; Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Barang
siapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya
jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta
Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak ia
sangka-sangka." (HR. Abu Daud No.1297, Ibnu Majah No.3809 dan Ahmad
No.2123).
كثرة الاستغفار تجلب الرزق
Nabi
Muhammad saww. bersabda : Memperbanyak Istighfar itu dapat mendatangkan
(menarik) rizki. (Di dalam Kitab Tanqihul Qaul => Asy Syaikh Muhammad Nawawi
bin Umar Al Bantaniy Al Jawi).
4.
Banyak Bersedekah.
عن أبي هريرة: مَا فَتَحَ
رَجُلٌّ بَابَ عَطِيَّةٍ بِصَدَقَةٍ أَوْ صِلَةٍ إلا زَادَهُ الله بِها كَثْرَةً،
وَمَا فتح عَبْدٌ باب مَسْألَةٍ يُرِيدُ بِها كَثْرَةً إلا زَادَهُ الله بِها قلةً
Abuhurairah
ra., Nabi Muhammad saw. bersabda : Tiada seorang yang membuka jalan untuk
sedekah atau memberi, melainkan Allah akan menambah banyak baginya, dan tiada
seorang yang membuka jalan untuk minta-minta karena ingin kaya (banyak)
melainkan Allah akan menambah hajat kekurangannya. (HR. Al Baihaqi, Didalam
Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrasyad => Asy Syaikh Zainuddin Al Malibariy).
الصدقة تجلب الرزق
Nabi
Muhammad saww. bersabda : Bersedekah itu dapat mendatangkan (menarik) rizki.
5.
Membaca Surat Al Waqiah Setiap Malam.
مَنْ قَرَأَ
سُورَةَ الوَاقِعَةِ فِي كُلِّ يَوْمٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَداً
Ibnu
Mas’uud ra. Berkata : Nabi Muhammad saw. bersabda : Barangsiapa membaca surat
Al Waqi’ah pada tiap malam, maka tidak akan menderita kemiskinan selamanya.
(HR. Al Baihaqi, Didalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrasyad => Asy Syaikh
Zainuddin Al Malibariy).
عن أنس: عَلِّمُوا نِسَائَكُمْ
الوَاقِعَةَ فَإِنَّهَا سورَةُ الغِنَى
Anas
ra. Berkata : Ajarkanlah pada istri-istrimu surat Al Waqi’ah, karena surat itu
surat kekayaan. (R. Ibnu Ady, Didalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrasyad
=> Asy Syaikh Zainuddin Al Malibariy).
6.
Laa Ilaaha Illallaahul Malikul Haqqul Mubiin (dibacanya 100x setiap habis
shalat subuh atau dzuhur).
Artinya
: Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Raja Yang Hak dan Menerangkan.
من
قال في يومه مائة مرة لا اله إلا الله الملك الحق المبين كان له أماناً من الفقر
وأنساً من وحشة القبر، وفتحت له أبواب الجنة
Rasulullah
saw. bersabda : Barangsiapa membaca pada pagi hari seratus (100) kali LAA
ILAAHA ILLALLAAHUL MALIKUL HAQQUL MUBIIN, maka akan merupakan jaminan aman dari
kemiskinan, akan menjadi kesenangan dalam kuburnya dan terbuka baginya
pintu-pintu surga. (HR. Al Khatib, Abu Naimdan Ibn Abdul Bar, Didalam Kitab
Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrasyad => Asy Syaikh Zainuddin Al Malibariy)
7.
LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAH (dibacanya 100x setiap habis shalat
subuh).
Artinya
: Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ
حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِي
مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَكُنَّا إِذَا عَلَوْنَا كَبَّرْنَا فَقَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ
فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا وَلَكِنْ تَدْعُونَ سَمِيعًا
بَصِيرًا ثُمَّ أَتَى عَلَيَّ وَأَنَا أَقُولُ فِي نَفْسِي لَا حَوْلَ وَلَا
قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لَا حَوْلَ
وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ أَوْ
قَالَ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَلِمَةٍ هِيَ كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ لَا
حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Telah
menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami
Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Abu Utsman dari Abu Musa radliallahu 'anhu dia
berkata; "Kami bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di suatu
perjalanan, apabila kami berjalan ke tempat yang agak tinggi, kami pun
bertakbir, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Saudara-saudara
sekalian, rendahkanlah suara kalian! Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada
Dzat yang tuli dan jauh. Tetapi kalian berdoa kepada Dzat Yang Maha Mendengar dan
Maha Dekat.' Kemudian beliau mendatangiku, sedangkan diriku tengah membaca;
'Laa haula wa laa quwwata ilIa billaah' (Tiada daya dan upaya kecuali dengan
pertolongan AlIah). Kemudian beliau bersabda: 'Hai Abdullah bin Qais,
'Ucapkanlah: Laa haula wala quwwata illaa billaah, karena itu adalah salah satu
dari perbendaharaan surga -atau beliau bersabda; 'Maukah aku tunjukkan kepadamu
suatu kalimat, yang termasuk salah satu dari perbendaharaan surga? Yaitu; Laa
haula walaa quwwata illaa billah' (Tiada daya dan upaya kecuali dengan
pertolongan AIIah)." (HR. Bukhori No.5905, 5930 dan 6839, Muslim No.4873,
4874, 4875 dan Ahmad No.18774)
8.
SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIMI ASTAGHFIRULLAH (dibacanya
100x sesudah mengerjakan shalat qobliyah subuh dan sebelum shalat subuh).
Artinya
: Maha Suci Allah denga segala pujiNya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Saya
memohon ampun kepada Allah.
أن رجلا جاء إلى رسول الله صلى الله عليه
وسلم فقال تولت عني الدنيا وقلت ذاتيدي فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم فأين
أنت من صلاة الملائكة وتسبيح الخلائق وبها يرزقون قال فقلت وماذا يا رسول الله قال
قل سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم أستغفر الله مائة مرة ما بين طلوع الفجر
إلى أن تصلى الصبح تأتيك الدنيا راغمة صاغرة ويخلق الله عز وجل من كل كلمة ملكا يسبح
الله تعالى إلى يوم القيامة لك
Bahwasanya
seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saww. lalu ia berkata: “Dunia
berpaling dariku dan sedikit di tanganku (miskin)”, Lalu Rasulullah saww.
bersabda: “Maka dimanakah kamu dari permohonan rahmat oleh para Malaikat dan
tasbih para makhluk, dan dengannya mereka diberi rizki?” ia berkata: Lalu saya
berkata: “Apakah itu wahai Rasulullah?”, Beliau bersabda: “Ucapkanlah:
SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIMI ASTAGHFIRULLAH (Maha Suci
Allah denga segala pujiNya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Saya memohon ampun
kepada Allah)” seratus (100x) kali antara terbitnya fajar sampai shalat shubuh
maka dunia datang dengan hina dan kecil (tidak sombong) dan Allah ‘Azza Wa Jalla
menciptakan dari setiap kata akan satu Malaikat yang mentasbihkan Allah Ta’ala
sampai hari kiamat yang pahalanya untukmu”. (Di dalam Kitab Ihya Ulumiddin
=> Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali).
9.
Shalawat Untuk Memperbanyak Rizki.
Sholawat
ini jika benar-benar dibaca sebagai wirid, maka insya Allah akan memperoleh
rizki yang banyak, rizki yang luas dan lapang yang datang dari segala arah yang
belum tampak.
اللهم صلى وسلم وبارك على سيدنا محمد
وعلى اله بعدد انواع الرزق والفتوحات ياباسط الذى يبسط الرزق لمن يشآء بغيرحساب
ابسط علينا رزقا واسعا من كل جهة من خزائن غيبك بغيرمنة مخلوق بمخض فضلك وكرامك
يارحمن
Artinya
: "Ya Allah limpahkanlah sholawat, salam serta barokah atas junjungan kami
Nabi Muhammad saww. dan atas keluarganya sebanyak bilangan rizki dan pintu
(rizki), wahai Dzat yang menganugerahkan rezki kepada yang Engkau kehandaki
tanpa hitungan, Anugerahkanlah rezki yang luas bagi kami dari setiap arah
perbendaharaan-Mu yang ghaib dengan tiada makhluk lain yang (karena) iri, hanya
karena anugerah dan kedermawanan-Mu jua wahai Dzat Yang Maha Pemurah.".
10.
Berdoa sehabis shalat 5 waktu.
اللهم انى اسألك ان ترزقنى رزقا حلالا
واسعا كَثِيْرًا طيبا من غير تعب و ﻻ مشقة و ﻻ ضير و ﻻ نصب بغيرحساب انك على كل
شيئ قدير
Ya
Allah, Aku minta pada Engkau akan pemberian rizki yang halal, luas, banyak,
baik tidak tanpa repot dan juga tanpa kemelaratan dan tanpa keberatan dan tanpa
dihisab sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu.
11.
Banyak Bersyukur (Alhamdulillaah).
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ
شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan
(ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS.
Ibrahim (14) : 7)
Ditulis
Oleh: M. Sulfi bin Abu Nuwar Alaydrus
Sumber:
https://www.facebook.com