Tidak Boleh Pakai Sarung Saat Jumatan
Suatu hari, H As’ad Said Ali sembahyang Jumat di Damaskus, Syiria. Pada kesempatan itu, dia mengenakan sarung. Apa tujuannya? Ingin...
“Maaf Pak, tolong berhenti,” pinta pengurus masjid.
“Ada apa Pak?” tanya As’ad.
“Anda pakai celana tidak? Pengurus masjid balik tanya.
“Pakai dong, Pak,’ jawab As’ad
“Saya mengerti Muslim Indonesia biasa pakai sarung,” kata pengurus masjid.
“Iya. Lantas kenapa?” As’ad bingung.
“Di sini sarung tidak dipakai untuk sembahyang atau aktivitas di luar rumah. Saya harap Anda mengerti,” pengurus masjid memberi pengertian.
Pak As’ad pergi dengan rasa penasaran, tapi juga memahami. Memang. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.